Top 12 - Sejak Jan 2012

Cara Kirim tulisan

Tulis dulu tulisan anda di Word atau di word processor apa saja, jangan di format, cukup diberi paragrap saja.
Lihat kolom yang dibawah tulisan; LOGIN: User Name: :Tamu dan Password : superkoran - setelah itu anda akan bisa melihat kotak untuk mengisi tulisan. (kotak kanan atas)
Copy tulisan anda dan Paste di kotak tsb dan beri judul dan tekan SAVE. Tambahan: Setiap tulisan hendaknya diberi TITLE dimulai dengan Nama Penulis + judul Tulisannya. Tanpa nama penulis, dengan sendirinya tidak jelas siapa yang menulis dan tulisan tidak bisa diterbitkan. TIAP ORANG HANYA BOLEH MENGIRIM TULISANNYA SENDIRI

Daftar tulisan

Rahardjo Mustadjab: Tokoh lingkungan hidup yang skeptis sendirian

Pembaca: 4183

 Kini para pemimpin dunia berkumpul di Bali membahas cara mengatasi pemanasan bumi. Tapi ada seorang tokoh lingkungan hidup (LH) yang skeptis sendirian. Bjoern Lomborg bersikukuh bahwa perubahan iklim bukan ancaman dahsyat terhadap bumi.



Dalam buku best sellernya yang bertajuk 'The Sceptical
Environmentalist: Measuring the Real State of the
World' Bjoern Lomborg mengakui tidak menyangkal bahwa
iklim bumi memanas, tetapi dia berpendapat bahwa gas
rumah kaca bukan prioritas dari segala-galanya.

Bjoern Lomborg(42) adalah ketua Lembaga Pengkajian LH
Denmark. Sudah bertahun-tahun dia berbicara tidak
setuju dengan kekhawatiran mainstream mengenai bahaya
pemanasan global yang katanya meningkatkan permukaan
air laut dan mengubah pola cuaca bumi sedemikian rupa
sehingga ekosistem menjadi kacau balau.

"Tantangan global yang tak kalah dahsyat untuk diatasi
adalah perang melawan AIDS, malaria, gizi buruk dan
kemiskinan," kata Bjoern Lomborg. Dalam bukunya yang
terbit tahun 1998, dia mengecam histeria soal
perubahan iklim. Sikapnya yang melawan arus ini menuai
kemarahan dari komunitas ilmiyah.

"Beruang kutub yang mendekati punah dijadikan ikon
dalam membicarakan pemanasan bumi, padahal yang lebih
masuk akal hentikan saja pemburuan binatang ini yang
tiap tahun ratusan menjadi mangsa para pemburu," kata
Bjoern Lomborg, yang sekarang menjadi assistant
professor statistika terapan di Copenhagen Business
School.

Lomborg menghitung bahwa langkah memerangi pemanasan
bumi bakal mengurangi kerugian $4.8 triliun pada akhir
abad ini. Tetapi menurut perhitungannya langkah itu
bakal membawa konsekwensi ekonomi antara $4.5 - $37.6
triliun.

Kendati banyak musuhnya, Bjoern Lomborg masuk jajaran
orang yang paling berpengaruh didunia sepanjang tahun
2004 versi majalah Time, dan akademisi paling
berpengaruh nomor 14 versi majalah bergengsi Foreign
Policy.

Dalam buku terbarunya yang terbit tahun ini bertajuk
'Cool It', Bjoern Lomborg menyerang Protokol Kyoto
yang dicapnya “too expensive and inefficient” dan
menyerukan agar para pemimpin dunia tidak ikut panik
agar mampu mengambil keputusan secara rasional.

Tidak, saya tidak menyangkal terjadinya pemanasan
bumi, kata Bjoern Lomborg. Pemanasan bumi adalah
nyata, tapi dibesar-besarkan orang. Mengurangi emisi
CO2 tidak serta merta menjadikan hidup umat manusia
menjadi lebih baik. Sekalipun kita mencapai sasaran
pengurangan emisi, kita hanya memperlambat pemanasan
bumi selama dua tahun saja pada akhir abad ke-21 ini.
Ini pencapaian terlalu sedikit tak sebanding dengan
pengorbanan kita, tambah Bjoern Lomborg.

Agar manusia tak terlalu mengorbankan kwalitas
hidupnya, Bjoern Lomborg menyerukan dilakukannya riset
mencari teknologi dan energi alternatif yang murah
untuk mengurangi ketergantungan pada energi fossil
yang mencemari.

"Daripada uang terbuang percuma lebih baik uang itu
dipakai untuk memerangi AIDS, malaria dan busung
lapar," kata Bjoern Lomborg.

Kecaman Bjoern Lomborg tertuju pada UNFCC (Konperensi
PBB tentang perubahan cuaca) yang sedang berlangsung
di Bali bulan Desember 2007. Pertemuan ini diharapkan
menghasilkan acuan bagi persetujuan baru pengganti
Protokol Kyoto yang akan berakhir berlakunya pada
tahun 2012.

Pejuang LH paling menonjol adalah mantan Wapres AS Al
Gore, yang tahun ini dianugerahi Nobel Perdamainan
bersama lembaga PBB IPCC (Intergovernantal Panel on
Climate Change).

"Sungguh aneh hadiah Nobel diberikan pada orang yang
menggunakan kariernya untuk membesar-besarkan temuan
para ahli PBB mengenai pemanasan bumi," kata Bjoern
Lomborg. Dia mengerang film Al Gore, 'An Inconvenient
Truth', yang antara lain menyatakan bahwa permukaan
air laut bakalan naik 7 meter bila manusia tak berbuat
apa2 untuk mendinginkan bumi. Padahal IPCC hanya
menyebut angka 30 cm.

Bjoern Lomborg dipuja sebagai pendekar oleh sedikit
orang, tapi dimusuhi dikalangan internasional.
Misalnya, pegiat LH di Oxford Inggris membikin web
site www.anti-lomberg.com yang menyiarkan apa saja
kesalahan analisis Bjoern Lomborg.

(Sumber: AFP)

Salam,
RM

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>