Sejak Jan 2012

Tolong Klik LIKE

Cara Kirim tulisan

Tulis dulu tulisan anda di Word atau di word processor apa saja, jangan di format, cukup diberi paragrap saja.
Lihat kolom paling atas; LOGIN: dengan User Name: Tamu dan Password superkoran - setelah itu anda akan bisa melihat kotak untuk mengisi tulisan. (kotak kanan atas)
Copy tulisan anda dan Paste di kotak tsb dan beri judul dan tekan SAVE. Tambahan: Setiap tulisan hendaknya diberi TITLE dimulai dengan Nama Penulis + judul Tulisannya. Tanpa nama penulis, dengan sendirinya tidak jelas siapa yang menulis dan tulisan tidak bisa diterbitkan. TIAP ORANG HANYA BOLEH MENGIRIM TULISANNYA SENDIRI

Daftar tulisan

Iriantoni Almuna Ariga: Selamat Datang di Aceh (yang Aneh)

Pembaca: 2493

 Mei 2007 Sepasang remaja ditangkap dan dituduh berbuat mesum oleh 15 orang pemuda di kawasan Lhok Nga Aceh Besar. Kedua korban kemudian dipaksa melakukan adegan hubungan badan dan direkam oleh pelaku. Rekaman tersebut kemudian tersebar ditengah-tengah masyarakat, akibatnya korban terutama korban perempuan mengalami trauma berat. (photo: LA Times)

 

11 orang warga desa Leupung Aceh Besar memperkosa seorang perempuan yang dituduh telah berbuat mesum. Awalnya korban bersama pasangannya dicegat ketika melewati Desa Leupung, pasangan korban dipukuli sementara korban ditarik dan diperkosa oleh 11 orang pelaku.

January 2010
Seorang Mahasiswi yang diduga melakukan perbuatan Mesum ditahan oleh WH Kota Langsa dan diperkosa oleh 3 orang personel WH yang sedang piket. Alasan penahanan korban di kantor WH adalah karena korban memberikan kesaksian yang berbelit-belit ketika disidik oleh personel WH tentang tuduhan perbuatan khalwat yang dilakukan. Akibat perbuaatan biadab ketiga personel WH tersebut, korban mengalami pendarahan dan trauma berat.Selamat datang di Aceh.., 

Masyarakat di tanah ini sangat bangga dengan gelar Aceh sebagai Serambi Mekkah, gelar yang konon disematkan kepada Aceh karena masyarakatnya yang hidup bersandarkan sendi-sendi syariah Islam, hukum, kebijakan dan norma-norma masyarakat diatur berdasarkan hadits dan al-qur’an, dan itu sangat membanggakan dan ‘dipamerkan’ ke seluruh penjuru dunia..,

Syariat Islam yang kabarnya sudah ditegakkan sejak zaman sultan-sultan dulu di Aceh dan sudah melekat dengan adat istiadat Aceh adalah ‘harga mati’ yang pelaksanaannya tidak lagi bisa ditawar, oleh karenanya memenuhi keinginan sebagian kecil masyarakat Aceh dan sebagai upaya untuk meredam konflik diformalkanlah pemberlakuan Syariat Islam di Aceh melalui beberpa produk hukum nasional. 

Di Aceh Syariat Islam itu benar-benar diupayakan penegakkannya misalnya, papan-papan nama lembaga, nama jalan-jalan sudah ditulis pakai tulisan Arab, misalnya lagi perempuan-perempuan harus dijilbabi, nah katanya inilah indikator Islam itu dijalankan dengan kaffah di Aceh. Menarik bukan? 

Pokoknya jangan berani-berani mencemarkan citra Aceh sebagai Serambi Mekkah, sudah pernah ada yang mengalami bagaimana dikecam, dicaci maki, bahkan didemo, cuma karena dia berkontes atas nama Aceh karena tidak pakai jilbab. Orang-orang Aceh yang suci itu lantas menulis di koran mencerca dan bahkan memberi label ‘bukan orang Aceh’ kepada gadis yang berkontes itu karena dianggap telah mencemarkan nama baik Aceh, kelompok mahasiswa (berbasis) agama dengan lantangnya bersuara dan berdemo mengutuk si gadis tadi, ya alasannya tetap gadis itu tidak pakai jilbab, tidak mencerminkan nilai-nilai ke Acehan, bla bla bla.

Minggu ini terusik dengan berita di koran yang memberitakan seorang gadis yang diduga berkhalwat diperkosa oleh tiga personel WH. Aku, seperti yang lain tentusaja aku kaget, bagaimana mungkin WH yang dibanggakan dan suci tersebut melakukan tindakan biadab? Bukankah mereka ‘orang-orang suci’ yang dipercayakan sebagai perpanjangan tangan tuhan diatas bumi ini untuk menegakkan syariat Islam? 

Lantas, kemana pahlawan-pahlawan penjaga nama baik Aceh itu sekarang? kenapa suara mereka tidak kedengaran? apakah kasus ini tidak dianggap memberburuk nama Aceh? jelas ada yang dikorbankan, jelas pelakunya sudah mengaku? tapi kenapa mereka bungkam? 

Bingung..,
Merenung..,
Beginilah gambaran Aceh yang dibangga-banggakan karena penegakkan syariat Islamnya. Sungguh hukum tuhan dipermainkan dan dipersempit, yang diatur bagaimana orang memperlakukan tubuhnya dengan sadar, bagaimana selangkangan diatur, dan atas nama menegakkan hukum tuhan siapapun bisa dikorbankan (utamanya perempuan), apapun sah dilakukan, apapun..,

Tiga potongan berita diatas adalah hal yang sama sekali bukan untuk dibanggakan, tiga kasus tersebut hanya sebagian dari kasus-kasus yang disembunyikan, tidak dibuka, karena itu tadi..,demi citra Aceh sebagai Serambi Mekkah.., 

Salam Kepedihan, 

Banda Aceh, 12 Januari 2010.

10 comments to Iriantoni Almuna Ariga: Selamat Datang di Aceh (yang Aneh)

  • Anonymous

    Astaga.. apabila saya masih beragama Islam pasti berulang kali akan beristighfar.. sambil membaca tulisan ini saya nyaris menumpahkan air mata karena sedih sekali memikirkan betapa Aceh memang sudah sangat mirip dengan arab, bahwa wanita benar benar sudah tidak ada harganya. Mengapa mayoritas yang sebetulnya kurang setuju tetap diam saja? Ini hal yang sangat membingungkan, apalagi apabila sebetulnya hanya minoritas yg menginginkan syariah model ini diterapkan. Rima Fauzi.

  • Anonymous

    Awalnya kita sangat emphati denga situasi aceh pada waktu Tsunami, sekarang saya baru mengerti kenapa di aceh ada tsunami sedemikai dahsyat? mungkin di Aceh harus ada seratus lagi Tsunami itupun belum tentu

  • Anonymous

    Rima wrote : “Mengapa mayoritas yang sebetulnya kurang setuju tetap diam saja? Ini hal yang sangat membingungkan, apalagi apabila sebetulnya hanya minoritas yg menginginkan syariah model ini diterapkan.” Sebetulnya pertanyaan Rima ini juga ada dibenak saya tapi dalam skala yang lebih besar dari pada Aceh yaitu NKRI. Saya dari dulu heran mengapa islam fundamentalist yang katanya cuma minoritas kok bisa berbuat semena-mena di Indonesia yang “katanya’ mayoritas islamnya toleran. Mengapa yang mayoritas kok kayanya diem saja melihat tingkah laku “saudara muslim”nya yang suka main kekerasan tanpa mengecam atau menekan atau meredam aksi mereka ? Akhirnya saya berpikir jangan2 memang islam radikal sudah bukan lagi minoritas ? atau lebih parah lagi yang mayoritas sudah terkena virus radikalisme sehingga menyetujui perbuatan2 keji dari FPI, Laskar jihad, FBR dll…

  • Anonymous

    Pada komentator no 2: Sebetulnya menurut saya janganlah berpikir seperti itu, pertama karena saya rasa Tuhan bukanlah sesuatu yg jahat, pendendam, pemarah etc, dan orang orang yg kerap kali mengatakan bahwa bencana itu adalah amarah/murka Tuhan dsb adalah orang yg kurang mengerti atau memerlukan sesuatu alasan yg fantastis/relijius agar mereka dapat lebih mudah menerima atau pasrah terhadap musibah yg mereka alami. Bencana alam terjadi di mana mana, apalagi sekarang ini, dan itu bukan karena Tuhan atau apapun tapi memang karena adanya pergeseran lempengan bumi, atau akibat dari ulah manusia sendiri yg telah merusak bumi ini demi keuntungan finansial mrk pribadi. Saya harap anda tidak lagi berpikir seperti itu, karena walaupun banyak org yg anda anggap ‘pantas’ menerima ‘murka’ tuhan, tapi jauh lebih banyak lagi orang orang yg baik dan tidak bersalah dan sama sekali tidak pantas menerima musibah seperti itu. Kepada saudara Binun: Saya mengerti kekuatiran anda, dan saya pun sempat memiliki kekuatiran yg sama, namun setelah dipikir pikir lagi, mungkin alasan para muslim moderat utk diam saja sementara vokalnya pendapat2 para radikalis adalah walau bagaimanapun juga para radikal radikal tersebut selalu memakai ayat Quran dan hadits sebagai acuan statemen atau fatwa2 mereka, jadi pastinya mereka takut dicap sebagai muslim ‘murtad’ yg cinta sekularisme dan ways of the kufur dibanding hukum2 agama mereka. Kalaupun ada sebagian kecil sekali para muslim moderat model alm. Gus Dur yg vokal dalam memberi alternatif cara pikir dan pendapat bagi saudara2 Muslim di Indonesia (misalnya Ulil, Luthfi Assyaukanie, Hamid Basyaib dll) malah terkena fatwa mati dari mereka yg garis keras a la taliban.. Kesian juga sih, krn mrk bener2 dilemma, mau ngomong takut, tidak ngomong bisa ancur NKRI nantinya. Saya pribadi sih sudah agak pasrah lihat ke arah mana Indonesia nanti dalam 20-30 thn akan terarah, tetapi dalam hati kecil saya masih ada sedikit faith. Faith bahwa mungkin nanti semakin banyaknya manusia Indonesia yg terpelajar, maka bahan bakar para garis keras itu yg merupakan kebodohan dan ignorance, akan lambat laun berkurang dan api radikalisme tersebut akan padam. Rima Fauzi

  • Anonymous

    Hana ulee aleh hana utak yang lagee nyan.

  • Anonymous

    apa iya sih? karena ada kelompok yang sadar bahwa dengan adanya kesadaran yang diperoleh dari pendidikan dan networking tidak melakukan hal tersebut di atas. bahkan ada yang mengatakan bahwa dengan adanya konflik itu hanya membuat semakin terpuruknya Aceh ke jurang ketidak tahuan… Ada beberapa kelompok yang telah sadar dan bahkan tidak memperdulikan tata cara yang mendiskreditkan kelompok-kelompok minoritas…termasuk kelompok perempuan

  • Anonymous

    wah wah wah, sekarang Yogya mau ikutan jadi serambi Medinah. Baca “Yogyakarta bukan serambi Medinah”

  • Andi

    Pasal 1, polisi syariah adalah orang2 suci. Pasal 2, bila polisi syariah melakukan perbuatan tercela, maka kembali kepasal 1.

  • @dodon

    Serambinya aja kotor gimana dapur sama ruang tidurnya.
    serambinya aja jorok gimana ruang tamunya.
    Serambinya aja aneh gimana rumahnya,pasti nyeleneh.
    Saya tidak heran karena ada pepatah :
    Guru Kencing Berdiri, Murid ngencingi guru… Ups maaf salah….
    Anak – anakku bersabarlah…..
    Segala kepalsuan akan berakhir.
    Akan tiba saatnya segala lidah akan mengaku akan satu Kebenaran Sejati…………
    (ane bukan ustad)

  • Rudi

    pantas saja ketika nabi muhammad hampir menghembuskan napas terakhir, yang dikhawatirkannya adalah umatnya. lihat aja sekarang. diluar klaim keberhasilan islam di dunia internasional, tetap saja islam jadi bulan-bulanan dimana2. jadi bahan joke, jadi bahan sindiran, jadi bahan ejekan. muslim2 yang ada, bukannya introspeksi diri, tapi malah bereaksi keras, dengan kekerasan. sungguh itu bukan jalan merubah segala sesuatu.

    mengenai aceh, syariat yang diterapkan sebenarnya merupakan buah perbuatan segelintir orang yang inginkan kekuasaan, dengan kedok penegakan agama. apa moral orang sana jadi lebih baik dari orang luar aceh? menurut gw sama saja. pengekangan tidak akan merubah sifat asli seseorang. malah akan jadi lebih parah kalau meledak

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>