Top 12 - Sejak Jan 2012

Cara Kirim tulisan

Tulis dulu tulisan anda di Word atau di word processor apa saja, jangan di format, cukup diberi paragrap saja.
Lihat kolom yang dibawah tulisan; LOGIN: User Name: :Tamu dan Password : superkoran - setelah itu anda akan bisa melihat kotak untuk mengisi tulisan. (kotak kanan atas)
Copy tulisan anda dan Paste di kotak tsb dan beri judul dan tekan SAVE. Tambahan: Setiap tulisan hendaknya diberi TITLE dimulai dengan Nama Penulis + judul Tulisannya. Tanpa nama penulis, dengan sendirinya tidak jelas siapa yang menulis dan tulisan tidak bisa diterbitkan. TIAP ORANG HANYA BOLEH MENGIRIM TULISANNYA SENDIRI

Daftar tulisan

Wirajhana Eka: Benarkah Musa Membelah Laut?

Pembaca: 3372

 AntaraNews.com memuat berita berjudul "Anginkah Yang Membelah Laut Merah buat Musa?".

Detail lebih lengkap dan lebih jelas di kupas diSitus ini, yaitu simulasi bagaimana angin dapat mendorong air laut hingga memungkinkan bangsa Israel mampu menyeberangi "laut merah":

Ternyata kisah mengenai Musa disingung di 4 (empat) Agama, yaitu Hindu, Yahudi, Nasrani dan Islam. 

Di antara 25 Nabi yang disebutkan di Al Quran, maka pernghormatan terhadap Musa sangatlah tinggi. Sebanyak 502 ayat di 36 Surat menyinggung keberadaan Musa. Jumlah itu jauh lebih banyak dari nabi lainnya, sebut misalanya Ibrahim [245 ayat/25 surat], Nuh[131 ayat/28 surat, Isa [Yesus, 93 ayat] dan Bahkan Muhammad sekalipun [hanya 4 ayat yang menyebutkan namanya, sisanya dengan sebutan nama lain]! Kisah Musa dan membelah laut di Al Qur'an diantarannya sebagai berikut:

  • "Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan"[47]. [AQ 2:49]

      [47]. Waktu Nabi Musa a.s. membawa Bani Israil ke luar dari negeri Mesir menuju Palestina dan dikejar oleh Fir'aun, mereka harus melalui laut Merah sebelah Utara. Maka Tuhan memerintahkan kepada Musa memukul laut itu dengan tongkatnya. Perintah itu dilaksanakan oleh Musa hingga belahlah laut itu dan terbentanglah jalan raya ditengah-tengahnya dan Musa melalui jalan itu sampai selamatlah ia dan kaumnya ke seberang. Sedang Fir'aun dan pengikut-pengikutnya melalui jalan itu pula, tetapi di waktu mereka berada di tengah-tengah laut, kembalilah laut itu sebagaimana biasa, lalu tenggelamlah mereka.

    Hari Ashura [Arab: ke sepuluh] diperingati oleh Yahudi dan Kaum Sunni atas selamatnya Musa dan Kaum Yahudi dari kejaran musuh [Tafsir Ibn kathir;Hadis Bukhari]. Sementara itu, Kaum Syiah merayakan Ashura sebagai peringatan atas wafatnya Husain bin Ali [cucu nabi Muhammad] yang terbunuh dan dimutilasi sesama Muslim pada perang Karbala [10 Muharam, 61 H]

  • "Dan sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa: "Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, maka buatlah untuk mereka jalan yang kering dilaut itu[933], kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)".Maka Fir'aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka. [AQ 20:77-78]

      [933]Membuat jalan yang kering di dalam laut itu ialah dengan memukul laut itu dengan tongkat. Lihat ayat 63 surat Asy Syu'araa.
  • Maka Fir'aun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari terbit. Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.". 

    Musa menjawab: "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku." Lalu Kami wahyukan kepada Musa: 'Pukullah lautan itu dengan tongkatmu' Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar".Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain. Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya. Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu.[AQ 26:60-66]

  • Tafsir Qur'an oleh Ibn kathir di sini dan di sini menyatakan bahwa Allah mengirim angin, setelah pembelahan laut, untuk mengeringkan dan mengeraskan daratan agar bisa dilalui.
  • Dalam buku "Stories of The Prophets", Oleh Al-Imam ibn Kathir, Translasi oleh Muhammad Mustapha Geme’ah, Al-Azhar, Penerbit Darussalam, tertulis, "..Allah berfirman pada Musa: "pukul laut dengan tongkatmu!" Musa mengikuti yang diperintahkan. Angin dahsyat bertiup..dan dalam sekejab laut terbelah, gelombang laut tegak berdiri setinggi gunung di setiap sisinya"

Alkitab menyinggung Nama Musa sebanyak 873 kali di 803 ayat dalam 31 kitab. Ia disebut lebih banyak diperjanjian baru daripada perjanjian lama. Alkitab memuat kisah Musa dan membelah laut sebagai berikut:

  • Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman ituTUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. Orang Mesir mengejar dan menyusul mereka–segala kuda Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda–sampai ke tengah-tengah laut. Dan pada waktu jaga pagi, TUHAN yang di dalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang Mesir, lalu dikacaukan-Nya tentara orang Mesir itu. Ia membuat roda keretanya berjalan miring dan maju dengan berat, sehingga orang Mesir berkata: 

    "Marilah kita lari meninggalkan orang Israel, sebab Tuhanlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir." 

    Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, meliputi kereta mereka dan orang mereka yang berkuda." 

    Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya, sedang orang Mesir lari menuju air itu; demikianlah TUHAN mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut. Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorangpun tidak ada yang tinggal dari mereka. Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut, sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. [PL, Keluaran 14:20-29]

  • Kereta Firaun dan pasukannya dibuang-Nya ke dalam laut; para perwiranya yang pilihan dibenamkan ke dalam Laut Teberau. Samudera raya menutupi mereka; ke air yang dalam mereka tenggelam seperti batu.
  • ..dan orang Mesir itu dan didatangkan-Nya air laut atas mereka, sehingga mereka diliputi. Dan matamu sendiri telah melihat, apa yang [Yosua 24:7]

Hasil rekonstruksi komputer yang dilakukan Carl Drews and Weiqing Han menyatakan:

  • Kecepatan angin 101 Km/jam harus terjadi selama 12 jam, agar laut dengan kedalaman 1.8 M dapat terdorong/terhempas dan membentuk dataran kering sepanjang 3.2km – 4km dengan lebar 4.8km yang akan bertahan selama 4 Jam
  • Namun, angin tersebut hanya akan menyibak 1 bagian saja, yaitu bagian yang berisi air, dimana angin hanya mendorong air menjauh dari sisi lainnya namun tidak membelah dua air laut

Jelas bahwa hasil rekonstrusi tidak sesuai dengan maksud yang disampaikan di kitab-kitab kaum Abrahamic yaitu air laut yang terbelah. 

Disamping itu, artikel di atas juga jelas telah menyampaikan bahwa Drews dan Han skeptik rombongan orang-orang israel mampu berjalan melintasi laut di bawah kuatnya tekanan angin yang mendekati topan itu.

Drews dan Han bukanlah yang pertama meragukan kejadian tersebut. Kalangan Pendeta yahudipun sudah mulai meragukan kebenaran kisah eksodus, Musa membelah air dan melintasi laut dari sejak lama. 

Rabbi David Wolpe, di harian "L.A Times", tahun 2001, yang berjudul, "Doubting the Story of Exodus" mengakui kalo kisah MUSA membelah LAUT MERAH ngga beneran terjadi:

    "Kenyataannya adalah setiap arkeolog modern yang menyelidiki kisah eksodus, dengan sangat sedikit pengecualian bersepakat bahwa cara alkitab menggambarkan eksodus ngga secara itu kejadiannya, jika itu benar terjadi", ujar Wolpe di hadapan para jemaahnya

Sebelum mengintip apa yang Tradisi hindu tuliskan tentang kisah Musa, marilah kita coba telusuri sendiri, yaitu dengan menggunakan hasil simulasi Drews dan juga bahan-bahan yang tercantum pada tradisi Abrahamic:

  •  Alkitab [dan juga Al Qur'an] menyatakan bahwa kedalaman laut yang dibelah Musa itu tidaklah dangkal [Yesaya 51:10; Keluaran 15:5]. Kedalaman laut itu bukanlah hanya sampai 1.8 M saja
  • Di teluk Aqaba, terdapat klaim penemuan tulang manusia dan roda kereta di kedalaman 18m s/d 60m. Kedalaman teluk Aqaba sendiri adalah 1600m s/d 1800m. Sementara itu, di antara Laut merah – teluk Aqaba dan di antara Dataran Sinai – Semenanjung Arabia terdapat sebuah selat yang bernama selat Tiran. Selat itu mempunyai kedalaman 290m. Panjang lintasan di antara dua daratan tersebut adalah 13km s/d 18Km. Jika kisah ini beneran ada, maka saya lebih menyukai terjadinya kejadian adalah di selat ini, disamping tidak terlalu dalam bahkan jarak di antara dua daratanpun tidak terlalu jauh
  • Jumlah lelaki Israel yang berusia di atas 20 tahun yang ikut bersama Musa tercatat 603.550, Jumlah ini tidak termasuk suku lewi yang bertugas menjaga perabotan, bongkar muat dan Kemah suci. Jumlah ini juga tidak tidak termasuk anak-anak dan orang dari berbagai bangsa,serta anggota keluarga. Mereka juga membawa berbagai macam hewan [Kambing, Domba dan Sapi], perhiasan dan perabotan [di antaranya disebutkan di Bilangan 1:46; keluaran 12:37-39]
  • rata-rata kecepatan manusia ketika berjalan atau berlari:
    • Jalan: lambat [4km/jam]; normal [6.5km/jam] dan cepat [8-10km/jam]
    • Berlari: 13 to 21 km/jam.

    Karena saat itu hari sangat gelap dan juga bervariasinya jenis mahluk yang menempuh perjalanan tersebut, maka laju perjalanan adalah lambat dengan kecepatan 4km/jam sehingga total waktu tempuh dengan jarak 13 km s.d 18 km adalah 3 s/d 4 Jam.

  • Ketika tuhan mengacaukan tentara mesir, itu dilakukannya pada jam 02.00 s/d 06.00 [Waktu jaga pagi], hasil pekerjaan tuhan diantaranya berupa rusaknya kereta-kereta tentara mesir, Ini menunjukan bahwa pergerakan tentara mesir-pun menjadi sulit dan lambat; Berada di kecepatan 4 km/jam dan dapat dipastikan mereka mulai menyeberang pada jam 2 pagi
  • Ketika mereka ditenggelamkan, yaitu saat menjelang pagi, mereka ada di tengah-tengan laut, dengan kecepatan yang kurang lebih sama, maka selisih waktu diantara dua kelompok adalah 2 jam saja. Jadi, Sekurang-kurangnya Rombongan Israel juga mulai berangkat pukul 22.00!
  • Alkitab menyatakan bahwa Musa membelah air dengan bantuan angin dan dilakukan semalam-malaman, Jadi waktu tersisa malam itu untuk membelah Air hanyalah 4 Jam saja!

Sebelumnya telah disampaikan bahwa hasil simulasi hitungan drew, untuk menghempaskan air dengan kedalaman 1.8 M sepanjang 3.2km s/d 4km dengan kecepatan angin 101 km/jam adalah selama 12 jam. 

Di perjanjian lama pada kitab Keluaran 14:22 terdapat kalimat, "air itu sebagai tembok bagi mereka" sehingga kita asumsikan saja bahwa air laut tidaklah dihamparkan namun dibentuk menjadi tembok air dengan ketinggian tembok tetap 1.8 M.

Karena waktu yang dimiliki Musa sekarang hanyalah 4 jam saja [bukan lagi 12 Jam], maka agar pekerjaan tersebut dapat terlaksana dengan hasil yang kurang lebih sama, maka seharusnya kecepatan angin tidak lagi 101 km/jam melainkan dapat menjadi 3x nya yaitu mencapai 300 Km/jam!

Angin dengan kecepatan seperti itu, maka menurut skala Saffir-Simpson masuk pada skala 5, yaitu jenis SUPER TOPAN!!!

Sekarang, bagaimana dengan kedalaman yang menjadi 290 M? Bagaimana dengan panjang lintasan yang menjadi 13km s/d 18km? Maka apakah dengan waktu yang hanya 4 jam saja kecepatannya angin masih juga sama? 

Seharusnya tidak..

Kemudian, dikatakan bahwa pasukan Mesir membawa 600 Kereta dan juga tunggangan [Keluaran 14:7-9], di antaranya termasuk juga Panji kerajaan. Ketika mereka menaiki tunggangan dan berdiri di atas kereta maka ketinggian tersebut seharusnya ditambah dengan bagian tinggi tertentu dari panji pengenal kerajaan. Untuk itu, agar tembok air tetap berada di atas mereka, maka diperlukan ketinggian tembok air sekurang-kurangnya menjadi 4 M tingginya.

Bisa anda bayangkan berapa cepat lagi kecepatan angin yang diperlukan agar dapat menghasilkan tembok air setinggi itu, bukan?! 

Tafsir Ibn kathir untuk surat 26:63-66 menyebutkan,

  • laut terbelah seperti Gunung yang besar [spt pandangan dari Ibn Mas`ud, Ibn `Abbas, Muhammad bin Ka`b, Ad-Dahhak, Qatadah dan yang lainnya].
  • `Ata' Al-Khurasani berkata, "ini seperti sebuah jalan di antara 2 gunung".
  • 'Ibn `Abbas berkata, "Laut terbelah menjadi 12 jalur, setiap jalur untuk setiap suku'' As-Suddi menambahkan, "dan di dalamnya ada jendela-jendela yang mereka bisa melihat satu dengan lainnya dan airnya menegak seperti dinding"

Wow, ini malah lebih sadis lagi! 

Bisa kah juga anda bayangkan kecepatan angin yang seperti apa lagi yang harus bertiup selama 4 jam penuh agar dapat menghasilkan ketinggian tembok air seperti 'gunung yang besar' dan/atau bahkan menjadi 12 jalur [sesuai jumlah suku israel]?!

Jadi, bagaimanalah mungkin tidak ada satu manusia-pun beterbangan ketika kekuatan dan kecepatan angin sedahsyat itu sedang menghasilkan danmempertahankan tembok air agar tetap menjulang tinggi?

Boleh-boleh saja jika ada yang berpendapat bahwa Musa dan gerombolannya adalah kesayangan tuhan sehingga ngga bakalan diterbangkan angin, namun para tentara mesir tersebut jelas bukan kesayangan tuhan dan tentunya sangat tidak masuk akal karena TIDAK di biarkan tersapu SUPER TOPAN yang kecepatannya sudah sangat gila-gilaan itu!

Perlu juga diketahui bahwa di area sekitar teluk Aqaba, laut Merah dan Sinai yang bertiup bukanlah angin Timur. Di area tersebut, 95% angin yang bertiup adalahangin Utara dan sisanya adalah angin Selatan. Yang lebih galak justru angin selatan dan mereka menyebutnya "Hamasin" [lihat di sinidi sini dan di sini]

Nah, marilah sekalian kita ulas klaim penemuan Tulang dan Roda kereta-pun, yang ternyata juga bermasalah:

  • Kapal TITANIC yang mengangkut 1553 orang dan tenggelam pada tahun 1912. Ketika 73 tahun tahun kemudian dilakukan penyelaman dengan peralatan modern, sama sekali tidak ditemukan 1 tulangpun! tulang-tulang tentunya sudah habis dimakan oleh biota laut dan juga karena asinnya air laut! Jadi, 3000 tahun kemudian, masih dapat ditemukan 1 tulang yang utuh?!
  • Klaim roda kereta perang yang ditemukan, menurut William H. Shea, dari Institut riset Alkitab, bukanlah milik bangsa Mesir namun milik Bangsa Assyrian yang berasal dari abad ke 8 SM. Terdapat perbedaan di ketebalan lingkaran roda dan juga dinyatakan sangat janggal setelah 3000 tahunan terbenam di dalam laut, roda kereta tersebut masih sangat terawat.

Untuk kejanggalan lainnya silakan baca saja di sinidi sini dan di sini

Ternyata, Musa dan Exodusnya juga dimanfaatkan untuk kepentingan syiar, salah satunya adalah seperti yang dilansir Republika online, Senin, 13 Juli 2009 dengan judul, "Maurice Bucaille tak Ragu dengan Kebenaran Alquran". 

[Klik ini, untuk melihat / menyembunyikan artikel tsb]

Untuk itu, mari kita coba telusuri statement Republika diatas, yang konon membuat Dr. Bucaille menjadi seorang Mualaf:

    Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan! Sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet..

    Prof Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang diyakininya sebagai penemuan baru, yaitu tentang penyelamatan mayat Firaun dari laut dan pengawetannya. Sebuah Penelitian Medis Modern, dengan judul aslinya, Les momies des Pharaons et la midecine.

    Terkait dengan laporan akhir yang disusunnya, salah seorang di antara rekannya membisikkan sesuatu di telinganya seraya berkata: 'Jangan tergesa-gesa karena sesungguhnya kaum Muslimin telah berbicara tentang tenggelamnya mumi ini'

Tentunya sudah kita ketahui bersama bahwa informasi tenggelamnya Firaun dan pengikutnya ada di semua literatur Abrahamic, namun yang menyatakan mayat Firaun tidak tenggelam namun timbul kembali ke darat, hanya ada di literatur Islam, yaitu pada surat Yunus 10:90-93:

    Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu[704] supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. 
    [704]. Yang diselamatkan Allah ialah tubuh kasarnya, menurut sejarah, setelah Fir'aun itu tenggelam mayatnya terdampar di pantai diketemukan oleh orang-orang Mesir lalu dibalsem, sehingga utuh sampai sekarang dan dapat dilihat di musium Mesir

Rupanya, penulis artikel mencoba memanfaatkan sekelumit informasi temuan unsur garam di tubuh Mumi dan mengkaitkannya dengan ayat Al Qur'an bahwa setelah Firaun mati tenggelam mayatnya kemudian timbul ke darat!

Jika benar karena adanya temuan unsur garam di dalam tubuh mumi sehingga Dr Bucaille berkesimpulan Firaun pernah tenggelam maka hal tersebut sangatlah mengherankan saya! Mengapa tidak? Ia berprofesi dokter medis selama 37 tahun dan Ia juga merupakan ahli pencernaan, jadi seharusnya Ia lebih mengerti apa kegunaan unsur garam! 

Garam sangat dikenal kegunannya di seluruh dunia ini pada proses pengawetan.Pembalseman [baca: pengawetan] menggunakan garam sebagai unsur utama dalam mengatasi proses pembusukan akibat kelembaban.  Tubuh para mumi Mesir dikeringkan dengan menggunakan Natron [garam campur], yaitu: natrium karbonat [agen pengering], natrium bikarbonat [Ketika mengalami kelembaban, akan meningkatkan pH dan menghambat bakteri pembusuk], natrium klorida [garam, penyeimbang asam-basa] dan natrium sulfat [Osmo regulator]. Natron tersedia melimpah di di sepanjang sungai Nil. 

Gambar di samping adalah Mumi bayi Rosalia Lombardo yang berusia 2 tahun dan berasal dari Palermo, sisilia wafat tahun 1920. Ia terlihat segar dan bagaikan orang tertidur.

Apa kata Al Qur'an mengenai mayat Firaun, Tenggelam ataukah Tidak?

Informasi mengenai tenggelam/tidaknya mayat Firaun, di sampaikan Al qur'an pada 7 ayat di 7 Surat berbeda [AQ 2:50, 7:136, 10:92, 17:103, 26:66, 43:55 dan 44:24]. 

Dari 7 ayat tersebut, hanya surat Yunus saja yang menyatakan mayat Firaun timbul ke darat, sementara di 6 ayat lainnya, yaitu: 5 ayat [diturunkan sebelum surat Yunus] dan 1 ayat [diturunkan setelah surat Yunus] tegas menyatakan baik Firaun maupun pengikutnya mati tenggelam. 

Keadaan tersebut jelas tidak menunjukan informasi yang saling melengkapi namun justru informasi yang saling bertentangan. 

Perlu kiranya di ketahui bahwa Islam juga mengenal prinsip Nashk[Pembatalan] dan Manshuk[Penggantian] sebagaimana tercantum di AQ 2:106, 16:101, 13:39 17:86, dan 22:52. Prinsip ini bekerja pada keadaan diantaranya jika terdapat hukum yang saling bertentangan dan bukan melengkapi. Dari urutan turunnya surat, informasi nash di ayat 17:86 turun sebelum ayat 10:92 dan 4 ayat informasi naskh sisanya turun di setelahnya. 

Jika Nashk dan Mansyuk dapat diterapkan juga di kejadian ini, maka di antara 7 ayat yang menyinggung peristiwa tenggelamnya Firaun dan pengikutnya, maka surat 2:50 adalah yang turun paling belakangan dan dapat digunakan untuk menganulir informasi ayat 10:92. Konsekuensi logisnya sekarang adalah seluruh kitab Abrahamic berada pada sisi yang sama yaitu mayat firaun, yaitu tetap tenggelam.

Terlepas dari hal tersebut di atas, marilah kita lihat apa yang sebenarnya di temukan oleh Bucaille.

Bucaille, di bukunya yang berjudul "The Bible, The Qur'an and Science" [1976], menyampaikan informasi bahwa sedang dilakukan otopsi Firaun Merneptah [Anak Ramesses II]:

    Pada waktu penelitian mumia tersebut dalam bulan Juni tahun 1975, Atas usulan saya.Penyelidikan radiografik telah dilakukan oleh Dr. El Melegy dan Dr. Ramsys; di lain pihak Dr. Mustafa menilainya telah melakukan penyelidikan tentang thorax dan perut; ini adalah penyelidikan dengan endoscopie yang diterapkan kepada mumia untuk pertama kali..Dengan pemeriksaan microscope terhadap bagian-bagian yang jatuh sendiri daripada mumia itu, yaitu pemeriksaan yang dilakukan oleh Prof. Mignot dan Dokter Durignon, suatu penyelidikan legal akan dapat diselesaikan bersama dengan Prof. Ceccaldi. 

    Sangat disesalkan sekali bahwa hasil penyelidikan tersebut belum rampung ketika buku ini dicetak [November 1975, Untuk Edisi pertama Perancis]

    Yang dapat kita tarik kesimpulan sekarang ialah kerusakan tulang dan hilangnya substansi penting — sebagian adalah sangat fatal. Kita belum dapat memastikan apakah hal-hal tersebut terjadi sesudah atau sebelum matinya Fir'aun. Menurut riwayat kitab Suci, Fir'aun meninggal karena tenggelam atau karena rasa shock yang dahsyat yang mendahului tenggelamnya, dalam laut, atau kedua-duanya

Sangat jelas tertulis bahwa hingga akhir tahun 1975 belum ada hasil penelitian dan bahkan penelitian itu kemudian berkembang dengan meneliti menjadi dua firaun ayah dan anak yaitu Ramesses II dan Merneptah.

Kemudian, penelitian itu berlanjut pada mumi-mumi lain di periode berbeda, seperti tercantum pada buku Bucaille lainnya yaitu, "Moses And Pharaoh: The Hebrews In Egypt", 1995:

    Dalam rangka memperoleh data komparatif yang berhubungan dengan penemuan medik, kami memperluas riset pada mumi-mumi yang berkuasa di periode lainnya. Riset menempatkan kita pada posisi membawakan data yang berhubungan dengan poin-poin tertentu..,pada cara tertentu yang saat ini banyak hipotesa yang berasal dari komentar kitab-kitab sebelum tahun 1976, tidak dapat di gunakan lagi. Sejauh berhubungan dengan eksodus, sebagaimana yang saya tekankan di bab 9, Ramesses II tidak memungkinkan dalam posisi mengepalai tentara Inggris mengejar kaum yahudi. Di karenakan Ia menderita penyakit yang menyebabkan ia tidak berdaya -seperti ditunjukan dari hasil sinar x- Ia tidak dapat ikut mengejar. Ramsese II tidak mungkin ikut pada bagian terakhir Eksodus. 

    Di lain pihak, kita dapat menyebutkan tanpa keraguan, penerusnya yaitu Merenptah, jelas cedera karena hentakan-hentakan yang berakibat luka berat yang cepat atau seketika mematikan. Tanpa mengeluarkan kematian akibat di air, yang ditekankan oleh kitab-kitab suci, Studi medis memperlihatkan bahwa luka-luka timbul dari kekerasan yang brutal

Setelah 20 tahunan kemudian, semakin jelas tergambar, bahwa Bucaille tidak pernah mengkaitkan antara temuan unsur garam yang ada di para mumi dengan tenggelam/tidaknya salah satu Firaun, bahkan komentar terakhirnya beliau, hanya mengkaitkan sebab kematian dari sisi medis saja. 

Mengapa Firaun Merenptah terindikasi banyak terdapat bekas-bekas luka justru telah terjawab dengan sendirinya di buku pertama Bucaille, yaitu "The Bible, The Qur'an and Science" dimana ia tuliskan bahwa Mummi Merenptah datang dalam keadaan cacat ketika di periksa oleh Elliot Smith dan juga semakin parah di 60 tahun kemudian:

 

  • "Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan"[47]. [AQ 2:49]

      [47]. Waktu Nabi Musa a.s. membawa Bani Israil ke luar dari negeri Mesir menuju Palestina dan dikejar oleh Fir'aun, mereka harus melalui laut Merah sebelah Utara. Maka Tuhan memerintahkan kepada Musa memukul laut itu dengan tongkatnya. Perintah itu dilaksanakan oleh Musa hingga belahlah laut itu dan terbentanglah jalan raya ditengah-tengahnya dan Musa melalui jalan itu sampai selamatlah ia dan kaumnya ke seberang. Sedang Fir'aun dan pengikut-pengikutnya melalui jalan itu pula, tetapi di waktu mereka berada di tengah-tengah laut, kembalilah laut itu sebagaimana biasa, lalu tenggelamlah mereka.

    Hari Ashura [Arab: ke sepuluh] diperingati oleh Yahudi dan Kaum Sunni atas selamatnya Musa dan Kaum Yahudi dari kejaran musuh [Tafsir Ibn kathir;Hadis Bukhari]. Sementara itu, Kaum Syiah merayakan Ashura sebagai peringatan atas wafatnya Husain bin Ali [cucu nabi Muhammad] yang terbunuh dan dimutilasi sesama Muslim pada perang Karbala [10 Muharam, 61 H]

  • "Dan sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa: "Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, maka buatlah untuk mereka jalan yang kering dilaut itu[933], kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)".Maka Fir'aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka. [AQ 20:77-78]

      [933]Membuat jalan yang kering di dalam laut itu ialah dengan memukul laut itu dengan tongkat. Lihat ayat 63 surat Asy Syu'araa.
  • Maka Fir'aun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari terbit. Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.". 

    Musa menjawab: "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku." Lalu Kami wahyukan kepada Musa: 'Pukullah lautan itu dengan tongkatmu' Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar".Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain. Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya. Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu.[AQ 26:60-66]

  • Tafsir Qur'an oleh Ibn kathir di sini dan di sini menyatakan bahwa Allah mengirim angin, setelah pembelahan laut, untuk mengeringkan dan mengeraskan daratan agar bisa dilalui.
  • Dalam buku "Stories of The Prophets", Oleh Al-Imam ibn Kathir, Translasi oleh Muhammad Mustapha Geme’ah, Al-Azhar, Penerbit Darussalam, tertulis, "..Allah berfirman pada Musa: "pukul laut dengan tongkatmu!" Musa mengikuti yang diperintahkan. Angin dahsyat bertiup..dan dalam sekejab laut terbelah, gelombang laut tegak berdiri setinggi gunung di setiap sisinya"

Alkitab menyinggung Nama Musa sebanyak 873 kali di 803 ayat dalam 31 kitab. Ia disebut lebih banyak diperjanjian baru daripada perjanjian lama. Alkitab memuat kisah Musa dan membelah laut sebagai berikut:

  • Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman ituTUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. Orang Mesir mengejar dan menyusul mereka–segala kuda Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda–sampai ke tengah-tengah laut. Dan pada waktu jaga pagi, TUHAN yang di dalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang Mesir, lalu dikacaukan-Nya tentara orang Mesir itu. Ia membuat roda keretanya berjalan miring dan maju dengan berat, sehingga orang Mesir berkata: 

    "Marilah kita lari meninggalkan orang Israel, sebab Tuhanlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir." 

    Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, meliputi kereta mereka dan orang mereka yang berkuda." 

    Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya, sedang orang Mesir lari menuju air itu; demikianlah TUHAN mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut. Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorangpun tidak ada yang tinggal dari mereka. Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut, sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. [PL, Keluaran 14:20-29]

  • Kereta Firaun dan pasukannya dibuang-Nya ke dalam laut; para perwiranya yang pilihan dibenamkan ke dalam Laut Teberau. Samudera raya menutupi mereka; ke air yang dalam mereka tenggelam seperti batu.
  • ..dan orang Mesir itu dan didatangkan-Nya air laut atas mereka, sehingga mereka diliputi. Dan matamu sendiri telah melihat, apa yang [Yosua 24:7]

Hasil rekonstruksi komputer yang dilakukan Carl Drews and Weiqing Han menyatakan:

  • Kecepatan angin 101 Km/jam harus terjadi selama 12 jam, agar laut dengan kedalaman 1.8 M dapat terdorong/terhempas dan membentuk dataran kering sepanjang 3.2km – 4km dengan lebar 4.8km yang akan bertahan selama 4 Jam
  • Namun, angin tersebut hanya akan menyibak 1 bagian saja, yaitu bagian yang berisi air, dimana angin hanya mendorong air menjauh dari sisi lainnya namun tidak membelah dua air laut

Jelas bahwa hasil rekonstrusi tidak sesuai dengan maksud yang disampaikan di kitab-kitab kaum Abrahamic yaitu air laut yang terbelah. 

Disamping itu, artikel di atas juga jelas telah menyampaikan bahwa Drews dan Han skeptik rombongan orang-orang israel mampu berjalan melintasi laut di bawah kuatnya tekanan angin yang mendekati topan itu.

Drews dan Han bukanlah yang pertama meragukan kejadian tersebut. Kalangan Pendeta yahudipun sudah mulai meragukan kebenaran kisah eksodus, Musa membelah air dan melintasi laut dari sejak lama. 

Rabbi David Wolpe, di harian "L.A Times", tahun 2001, yang berjudul, "Doubting the Story of Exodus" mengakui kalo kisah MUSA membelah LAUT MERAH ngga beneran terjadi:

    "Kenyataannya adalah setiap arkeolog modern yang menyelidiki kisah eksodus, dengan sangat sedikit pengecualian bersepakat bahwa cara alkitab menggambarkan eksodus ngga secara itu kejadiannya, jika itu benar terjadi", ujar Wolpe di hadapan para jemaahnya

Sebelum mengintip apa yang Tradisi hindu tuliskan tentang kisah Musa, marilah kita coba telusuri sendiri, yaitu dengan menggunakan hasil simulasi Drews dan juga bahan-bahan yang tercantum pada tradisi Abrahamic:

  •  Alkitab [dan juga Al Qur'an] menyatakan bahwa kedalaman laut yang dibelah Musa itu tidaklah dangkal [Yesaya 51:10; Keluaran 15:5]. Kedalaman laut itu bukanlah hanya sampai 1.8 M saja
  • Di teluk Aqaba, terdapat klaim penemuan tulang manusia dan roda kereta di kedalaman 18m s/d 60m. Kedalaman teluk Aqaba sendiri adalah 1600m s/d 1800m. Sementara itu, di antara Laut merah – teluk Aqaba dan di antara Dataran Sinai – Semenanjung Arabia terdapat sebuah selat yang bernama selat Tiran. Selat itu mempunyai kedalaman 290m. Panjang lintasan di antara dua daratan tersebut adalah 13km s/d 18Km. Jika kisah ini beneran ada, maka saya lebih menyukai terjadinya kejadian adalah di selat ini, disamping tidak terlalu dalam bahkan jarak di antara dua daratanpun tidak terlalu jauh
  • Jumlah lelaki Israel yang berusia di atas 20 tahun yang ikut bersama Musa tercatat 603.550, Jumlah ini tidak termasuk suku lewi yang bertugas menjaga perabotan, bongkar muat dan Kemah suci. Jumlah ini juga tidak tidak termasuk anak-anak dan orang dari berbagai bangsa,serta anggota keluarga. Mereka juga membawa berbagai macam hewan [Kambing, Domba dan Sapi], perhiasan dan perabotan [di antaranya disebutkan di Bilangan 1:46; keluaran 12:37-39]
  • rata-rata kecepatan manusia ketika berjalan atau berlari:
    • Jalan: lambat [4km/jam]; normal [6.5km/jam] dan cepat [8-10km/jam]
    • Berlari: 13 to 21 km/jam.

    Karena saat itu hari sangat gelap dan juga bervariasinya jenis mahluk yang menempuh perjalanan tersebut, maka laju perjalanan adalah lambat dengan kecepatan 4km/jam sehingga total waktu tempuh dengan jarak 13 km s.d 18 km adalah 3 s/d 4 Jam.

  • Ketika tuhan mengacaukan tentara mesir, itu dilakukannya pada jam 02.00 s/d 06.00 [Waktu jaga pagi], hasil pekerjaan tuhan diantaranya berupa rusaknya kereta-kereta tentara mesir, Ini menunjukan bahwa pergerakan tentara mesir-pun menjadi sulit dan lambat; Berada di kecepatan 4 km/jam dan dapat dipastikan mereka mulai menyeberang pada jam 2 pagi
  • Ketika mereka ditenggelamkan, yaitu saat menjelang pagi, mereka ada di tengah-tengan laut, dengan kecepatan yang kurang lebih sama, maka selisih waktu diantara dua kelompok adalah 2 jam saja. Jadi, Sekurang-kurangnya Rombongan Israel juga mulai berangkat pukul 22.00!
  • Alkitab menyatakan bahwa Musa membelah air dengan bantuan angin dan dilakukan semalam-malaman, Jadi waktu tersisa malam itu untuk membelah Air hanyalah 4 Jam saja!

Sebelumnya telah disampaikan bahwa hasil simulasi hitungan drew, untuk menghempaskan air dengan kedalaman 1.8 M sepanjang 3.2km s/d 4km dengan kecepatan angin 101 km/jam adalah selama 12 jam. 

Di perjanjian lama pada kitab Keluaran 14:22 terdapat kalimat, "air itu sebagai tembok bagi mereka" sehingga kita asumsikan saja bahwa air laut tidaklah dihamparkan namun dibentuk menjadi tembok air dengan ketinggian tembok tetap 1.8 M.

Karena waktu yang dimiliki Musa sekarang hanyalah 4 jam saja [bukan lagi 12 Jam], maka agar pekerjaan tersebut dapat terlaksana dengan hasil yang kurang lebih sama, maka seharusnya kecepatan angin tidak lagi 101 km/jam melainkan dapat menjadi 3x nya yaitu mencapai 300 Km/jam!

Angin dengan kecepatan seperti itu, maka menurut skala Saffir-Simpson masuk pada skala 5, yaitu jenis SUPER TOPAN!!!

Sekarang, bagaimana dengan kedalaman yang menjadi 290 M? Bagaimana dengan panjang lintasan yang menjadi 13km s/d 18km? Maka apakah dengan waktu yang hanya 4 jam saja kecepatannya angin masih juga sama? 

Seharusnya tidak..

Kemudian, dikatakan bahwa pasukan Mesir membawa 600 Kereta dan juga tunggangan [Keluaran 14:7-9], di antaranya termasuk juga Panji kerajaan. Ketika mereka menaiki tunggangan dan berdiri di atas kereta maka ketinggian tersebut seharusnya ditambah dengan bagian tinggi tertentu dari panji pengenal kerajaan. Untuk itu, agar tembok air tetap berada di atas mereka, maka diperlukan ketinggian tembok air sekurang-kurangnya menjadi 4 M tingginya.

Bisa anda bayangkan berapa cepat lagi kecepatan angin yang diperlukan agar dapat menghasilkan tembok air setinggi itu, bukan?! 

Tafsir Ibn kathir untuk surat 26:63-66 menyebutkan,

  • laut terbelah seperti Gunung yang besar [spt pandangan dari Ibn Mas`ud, Ibn `Abbas, Muhammad bin Ka`b, Ad-Dahhak, Qatadah dan yang lainnya].
  • `Ata' Al-Khurasani berkata, "ini seperti sebuah jalan di antara 2 gunung".
  • 'Ibn `Abbas berkata, "Laut terbelah menjadi 12 jalur, setiap jalur untuk setiap suku'' As-Suddi menambahkan, "dan di dalamnya ada jendela-jendela yang mereka bisa melihat satu dengan lainnya dan airnya menegak seperti dinding"

Wow, ini malah lebih sadis lagi! 

Bisa kah juga anda bayangkan kecepatan angin yang seperti apa lagi yang harus bertiup selama 4 jam penuh agar dapat menghasilkan ketinggian tembok air seperti 'gunung yang besar' dan/atau bahkan menjadi 12 jalur [sesuai jumlah suku israel]?!

Jadi, bagaimanalah mungkin tidak ada satu manusia-pun beterbangan ketika kekuatan dan kecepatan angin sedahsyat itu sedang menghasilkan danmempertahankan tembok air agar tetap menjulang tinggi?

Boleh-boleh saja jika ada yang berpendapat bahwa Musa dan gerombolannya adalah kesayangan tuhan sehingga ngga bakalan diterbangkan angin, namun para tentara mesir tersebut jelas bukan kesayangan tuhan dan tentunya sangat tidak masuk akal karena TIDAK di biarkan tersapu SUPER TOPAN yang kecepatannya sudah sangat gila-gilaan itu!

Perlu juga diketahui bahwa di area sekitar teluk Aqaba, laut Merah dan Sinai yang bertiup bukanlah angin Timur. Di area tersebut, 95% angin yang bertiup adalahangin Utara dan sisanya adalah angin Selatan. Yang lebih galak justru angin selatan dan mereka menyebutnya "Hamasin" [lihat di sinidi sini dan di sini]

Nah, marilah sekalian kita ulas klaim penemuan Tulang dan Roda kereta-pun, yang ternyata juga bermasalah:

  • Kapal TITANIC yang mengangkut 1553 orang dan tenggelam pada tahun 1912. Ketika 73 tahun tahun kemudian dilakukan penyelaman dengan peralatan modern, sama sekali tidak ditemukan 1 tulangpun! tulang-tulang tentunya sudah habis dimakan oleh biota laut dan juga karena asinnya air laut! Jadi, 3000 tahun kemudian, masih dapat ditemukan 1 tulang yang utuh?!
  • Klaim roda kereta perang yang ditemukan, menurut William H. Shea, dari Institut riset Alkitab, bukanlah milik bangsa Mesir namun milik Bangsa Assyrian yang berasal dari abad ke 8 SM. Terdapat perbedaan di ketebalan lingkaran roda dan juga dinyatakan sangat janggal setelah 3000 tahunan terbenam di dalam laut, roda kereta tersebut masih sangat terawat.

Untuk kejanggalan lainnya silakan baca saja di sinidi sini dan di sini

Ternyata, Musa dan Exodusnya juga dimanfaatkan untuk kepentingan syiar, salah satunya adalah seperti yang dilansir Republika online, Senin, 13 Juli 2009 dengan judul, "Maurice Bucaille tak Ragu dengan Kebenaran Alquran". 

[Klik ini, untuk melihat / menyembunyikan artikel tsb]

Untuk itu, mari kita coba telusuri statement Republika diatas, yang konon membuat Dr. Bucaille menjadi seorang Mualaf:

    Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan! Sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet..

    Prof Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang diyakininya sebagai penemuan baru, yaitu tentang penyelamatan mayat Firaun dari laut dan pengawetannya. Sebuah Penelitian Medis Modern, dengan judul aslinya, Les momies des Pharaons et la midecine.

    Terkait dengan laporan akhir yang disusunnya, salah seorang di antara rekannya membisikkan sesuatu di telinganya seraya berkata: 'Jangan tergesa-gesa karena sesungguhnya kaum Muslimin telah berbicara tentang tenggelamnya mumi ini'

Tentunya sudah kita ketahui bersama bahwa informasi tenggelamnya Firaun dan pengikutnya ada di semua literatur Abrahamic, namun yang menyatakan mayat Firaun tidak tenggelam namun timbul kembali ke darat, hanya ada di literatur Islam, yaitu pada surat Yunus 10:90-93:

    Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu[704] supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. 
    [704]. Yang diselamatkan Allah ialah tubuh kasarnya, menurut sejarah, setelah Fir'aun itu tenggelam mayatnya terdampar di pantai diketemukan oleh orang-orang Mesir lalu dibalsem, sehingga utuh sampai sekarang dan dapat dilihat di musium Mesir

Rupanya, penulis artikel mencoba memanfaatkan sekelumit informasi temuan unsur garam di tubuh Mumi dan mengkaitkannya dengan ayat Al Qur'an bahwa setelah Firaun mati tenggelam mayatnya kemudian timbul ke darat!

Jika benar karena adanya temuan unsur garam di dalam tubuh mumi sehingga Dr Bucaille berkesimpulan Firaun pernah tenggelam maka hal tersebut sangatlah mengherankan saya! Mengapa tidak? Ia berprofesi dokter medis selama 37 tahun dan Ia juga merupakan ahli pencernaan, jadi seharusnya Ia lebih mengerti apa kegunaan unsur garam! 

Garam sangat dikenal kegunannya di seluruh dunia ini pada proses pengawetan.Pembalseman [baca: pengawetan] menggunakan garam sebagai unsur utama dalam mengatasi proses pembusukan akibat kelembaban.  Tubuh para mumi Mesir dikeringkan dengan menggunakan Natron [garam campur], yaitu: natrium karbonat [agen pengering], natrium bikarbonat [Ketika mengalami kelembaban, akan meningkatkan pH dan menghambat bakteri pembusuk], natrium klorida [garam, penyeimbang asam-basa] dan natrium sulfat [Osmo regulator]. Natron tersedia melimpah di di sepanjang sungai Nil. 

Gambar di samping adalah Mumi bayi Rosalia Lombardo yang berusia 2 tahun dan berasal dari Palermo, sisilia wafat tahun 1920. Ia terlihat segar dan bagaikan orang tertidur.

Apa kata Al Qur'an mengenai mayat Firaun, Tenggelam ataukah Tidak?

Informasi mengenai tenggelam/tidaknya mayat Firaun, di sampaikan Al qur'an pada 7 ayat di 7 Surat berbeda [AQ 2:50, 7:136, 10:92, 17:103, 26:66, 43:55 dan 44:24]. 

Dari 7 ayat tersebut, hanya surat Yunus saja yang menyatakan mayat Firaun timbul ke darat, sementara di 6 ayat lainnya, yaitu: 5 ayat [diturunkan sebelum surat Yunus] dan 1 ayat [diturunkan setelah surat Yunus] tegas menyatakan baik Firaun maupun pengikutnya mati tenggelam. 

Keadaan tersebut jelas tidak menunjukan informasi yang saling melengkapi namun justru informasi yang saling bertentangan. 

Perlu kiranya di ketahui bahwa Islam juga mengenal prinsip Nashk[Pembatalan] dan Manshuk[Penggantian] sebagaimana tercantum di AQ 2:106, 16:101, 13:39 17:86, dan 22:52. Prinsip ini bekerja pada keadaan diantaranya jika terdapat hukum yang saling bertentangan dan bukan melengkapi. Dari urutan turunnya surat, informasi nash di ayat 17:86 turun sebelum ayat 10:92 dan 4 ayat informasi naskh sisanya turun di setelahnya. 

Jika Nashk dan Mansyuk dapat diterapkan juga di kejadian ini, maka di antara 7 ayat yang menyinggung peristiwa tenggelamnya Firaun dan pengikutnya, maka surat 2:50 adalah yang turun paling belakangan dan dapat digunakan untuk menganulir informasi ayat 10:92. Konsekuensi logisnya sekarang adalah seluruh kitab Abrahamic berada pada sisi yang sama yaitu mayat firaun, yaitu tetap tenggelam.

Terlepas dari hal tersebut di atas, marilah kita lihat apa yang sebenarnya di temukan oleh Bucaille.

Bucaille, di bukunya yang berjudul "The Bible, The Qur'an and Science" [1976], menyampaikan informasi bahwa sedang dilakukan otopsi Firaun Merneptah [Anak Ramesses II]:

    Pada waktu penelitian mumia tersebut dalam bulan Juni tahun 1975, Atas usulan saya.Penyelidikan radiografik telah dilakukan oleh Dr. El Melegy dan Dr. Ramsys; di lain pihak Dr. Mustafa menilainya telah melakukan penyelidikan tentang thorax dan perut; ini adalah penyelidikan dengan endoscopie yang diterapkan kepada mumia untuk pertama kali..Dengan pemeriksaan microscope terhadap bagian-bagian yang jatuh sendiri daripada mumia itu, yaitu pemeriksaan yang dilakukan oleh Prof. Mignot dan Dokter Durignon, suatu penyelidikan legal akan dapat diselesaikan bersama dengan Prof. Ceccaldi. 

    Sangat disesalkan sekali bahwa hasil penyelidikan tersebut belum rampung ketika buku ini dicetak [November 1975, Untuk Edisi pertama Perancis]

    Yang dapat kita tarik kesimpulan sekarang ialah kerusakan tulang dan hilangnya substansi penting — sebagian adalah sangat fatal. Kita belum dapat memastikan apakah hal-hal tersebut terjadi sesudah atau sebelum matinya Fir'aun. Menurut riwayat kitab Suci, Fir'aun meninggal karena tenggelam atau karena rasa shock yang dahsyat yang mendahului tenggelamnya, dalam laut, atau kedua-duanya

Sangat jelas tertulis bahwa hingga akhir tahun 1975 belum ada hasil penelitian dan bahkan penelitian itu kemudian berkembang dengan meneliti menjadi dua firaun ayah dan anak yaitu Ramesses II dan Merneptah.

Kemudian, penelitian itu berlanjut pada mumi-mumi lain di periode berbeda, seperti tercantum pada buku Bucaille lainnya yaitu, "Moses And Pharaoh: The Hebrews In Egypt", 1995:

    Dalam rangka memperoleh data komparatif yang berhubungan dengan penemuan medik, kami memperluas riset pada mumi-mumi yang berkuasa di periode lainnya. Riset menempatkan kita pada posisi membawakan data yang berhubungan dengan poin-poin tertentu..,pada cara tertentu yang saat ini banyak hipotesa yang berasal dari komentar kitab-kitab sebelum tahun 1976, tidak dapat di gunakan lagi. Sejauh berhubungan dengan eksodus, sebagaimana yang saya tekankan di bab 9, Ramesses II tidak memungkinkan dalam posisi mengepalai tentara Inggris mengejar kaum yahudi. Di karenakan Ia menderita penyakit yang menyebabkan ia tidak berdaya -seperti ditunjukan dari hasil sinar x- Ia tidak dapat ikut mengejar. Ramsese II tidak mungkin ikut pada bagian terakhir Eksodus. 

    Di lain pihak, kita dapat menyebutkan tanpa keraguan, penerusnya yaitu Merenptah, jelas cedera karena hentakan-hentakan yang berakibat luka berat yang cepat atau seketika mematikan. Tanpa mengeluarkan kematian akibat di air, yang ditekankan oleh kitab-kitab suci, Studi medis memperlihatkan bahwa luka-luka timbul dari kekerasan yang brutal

Setelah 20 tahunan kemudian, semakin jelas tergambar, bahwa Bucaille tidak pernah mengkaitkan antara temuan unsur garam yang ada di para mumi dengan tenggelam/tidaknya salah satu Firaun, bahkan komentar terakhirnya beliau, hanya mengkaitkan sebab kematian dari sisi medis saja. 

Mengapa Firaun Merenptah terindikasi banyak terdapat bekas-bekas luka justru telah terjawab dengan sendirinya di buku pertama Bucaille, yaitu "The Bible, The Qur'an and Science" dimana ia tuliskan bahwa Mummi Merenptah datang dalam keadaan cacat ketika di periksa oleh Elliot Smith dan juga semakin parah di 60 tahun kemudian:

    Elliot Smith membuka perban-perbannya pada tanggal 8 Juli 1907. Dalam bukunya The Royal Mummies (1912) ia menjelaskan apa yang dikerjakan dalam membuka mumia tersebut dan memeriksa badannya. Pada waktu itu mumia tersebut dapat dikatakan dalam keadaan baik walaupun ada kerusakan di beberapa bagian..Jika kita bandingkan keadaan mumia sekarang dengankeadaannya 60 tahun yang lalu ternyata sudah terdapat kerusakan-kerusakan, bahkan ada bagian-bagian yang hilang. Kain pembalut mumia telah banyak rusak, baik karena tangan manusia di beberapa bagian, atau karena waktu untuk bagian-bagian lain.

Grafton Elliot Smith tegas menyatakan bahwa kematian Merneptah adalah kematian normal karena usia tua.["The Royal Mummies", Cairo (1912), pp. 65-70; juga lihat situs ini dan ini dan ini]. Kita bisa buktikan kebenaran dari dugaan Elliot Smith: Raja Ramesses II Berkuasa: 1279 SM – 1213 SM, Wafat: antara 90 – 99 tahun. jadi, Ia berkuasa selama 66 tahun. Merneptah adalah anak ke-13 dari istri ke-2nya

  • Raja Merneptah Berkuasa: Juli/Agustus 1213 SM – 2 May 1203 SM, Wafat: antara: 70-80 tahun]. Kakak kandungnya: Khaemwaset adalah kakak kandung ke-3 dari 5 bersaudara atau Kakak yang ke-4 dari seluruh ibu lainnya. 

    Khaemwaset wafat di usia 61 tahun pada tahun 1224 SM [selisih 11 tahun dari wafatnya sang raja]. 12 kakak lainnya juga sudah wafat, maka penerus tahta berikutnya selama 11 tahun adalah Merneptah. Sehingga ketika raja mangkat, dapat diperkirakan Merneptah memerintah di usianya 71 tahun [tertua] atau 61 tahun [termuda] Sehingga setelah 10 tahun kemudian Merneptah wafat di usia tua yaitu 81 tahun atau 71 tahun

Kita juga bisa buktikan bahwa baik Raja Ramesses II maupun Merneptah TIDAK PERNAH hidup sejaman dengan MUSA dan BAHKAN SELURUH Raja Mesir manapun:

  1. Versi Islam: Hanya mengenal 1 Firaun selama jaman Musa. Al qur'an tidak pernah menyebutkan berapa umur Musa saat wafat namun menyebutkan lamanya Musa bersama rakyatnya mengembara di gurun yaitu selama 40 tahun [AQ 5:26]. 

    Pada buku "THE PROPHETS, THEIR LIVES AND THEIR STORIES", karangan Abdul-Sâhib Al-Hasani Al-'âmili, di sebukan oleh narator: Muruj Al-Ðahab: Umur Musa saat wafat adalah 120 tahun. Al-Baydhâwi: Tinggal di rumah Pharaoh hingga berumur 30 tahun sebelum kabur ke Midian. `Ali bin Abi Tâlib(Prince of beliver): selama di Midian ia bertemu dengan 1 orang dan 15 tahun kemudian bertemu orang ini lagi. Jarak waktu pertemuan terakhir hingga meninggalnya Pharaoh adalah 40 tahun [Sudah termasuk saat mengawini anak Jethtro dan tinggal selama 8-10 tahun].

    Jadi total umur Musa saat bertemu Pharaoh adalah 85 tahun. Dengan umur tersebut maka tidak mungkin raja Mesir yang dimaksud adalah Ramesses II karena pemerintahannya hanya selama 66 tahun. 

    Dari seluruh list Raja Mesir, terdapat 1 Raja yang memiliki usia pemerintahan 94 tahun yaitu: Pepi II (Neferkare) [2278 SM - 2184 SM]. Masa pemerintahan raja ini sebenarnya cukup cocok karena harus sudah memerintah saat Musa dilahirkan, namun sayangnya tidak ada 1 literatur manapun yang mendukuing bahwa pada masa pemerintahan Neferkare terjadi 9 Mukjizat [tongkat, tangan, belalang, kutu, katak, darah, taupan, laut, dan bukit Thur] sebagaimana disebutkan di AQ 17:101 [Faktanya juga di jaman raja Ramesses II, mukjijat-mukjijat itupun Tidak ada]. Disamping itu, di buku yang sama disebutkan jarak antara Musa dan Yesus adalah: 1800 tahun

  2. Versi Nasrani dan Ibrani menyatakan terdapat 2 (dua) raja mesir berbeda di kisaran hidupnya Musa. Raja yang pertama wafat setelah Musa kabur dari Mesir ke Median [Exodus 2:23]. Kita asumsikan usia Raja Ramesses II saat memerintah adalah 20 tahun dan wafat di usia 99 tahun:
    • Menurut JewishEncylopedia, Musa kabur dari mesir saat berusia 18 tahun, Ia kemudian menjadi raja Ethiophia di usia 27 tahun dan memerintah Ethiophia selama 40 tahun. Pada versi lainnya: Musa tinggal di istana Pharaoh sampai berumur 40 tahun dan kemudian kabur dari mesir ke Median selama 40 tahun. Sekembalinya ke Mesir ia eksodus dan mengembara selama 40 tahun. Ia wafat di usia 120 tahun
    • Usia anak gadis Raja Ramesses II sewaktu membawa bayi Musa pulang [Exodus 2:5] dan mengangkatnya anak seharusnya >15 tahunan. Jika Ramesses II menikah umur 20 tahunan, maka saat Musa lahir, Ramesses II berusia 35 tahunan
    • Ketika Musa kabur dari Mesir menuju Midian [Exodus 2:11-15] dikatakan Musa telah "telah dewasa" dan masih bujang [exodus 2:16-22]. Karena tidak disebutkan berapa usia "telah dewasa" yang dimaksud, maka dari bahan JewishEncyclopedia di atas, kita asumsikan "cukup umur" adalah 18 tahun atau 40 tahun. Sehingga Ramesses II saat itu berusia 53 tahun atau 75 tahunan
    • Musa berusia 80 tahun saat bertemu Raja Mesir berikutnya [exodus 7:7]. Berdasarkan usia "telah dewasa" di atas, dapat kita ketahui lamanya Musa meninggalkan Mesir adalah 40 tahun atau 62 tahun
    • Saat Ramesses II wafat di usia 99 tahun, maka umur Musa adalah 18 + [99-53] = 64 tahun atau 40 + [99-75] = 64 tahun.
    • Ketika Exodus terjadi Firaun mesir berikutnya telah memerintah 16 tahun dan Firaun tersebut sudah pasti bukan Merneptah karena pemerintahannya hanya berumur 10 tahun!

    Bahkan, di periode manapun Firaun Mesir, termasuk Pepi II (Neferkare) [2278 SM - 2184 SM], yang memerintah selama 94 tahun adalah juga bukan karena harus ada tambahan faktor "mukjijat" yang sayangnya tidak 1 (satu)-pun literatur Mesir yang mendukung adanya kejadian tersebut

Benarkah Klaim kalangan Muslim bahwa Dr Bucaille menjadi mualaf?

Sampai dengan akhir hayatnya di tahun 1998, Bucaille tetaplah non-Muslim. Anda akan temukan buktinya di sini,di sini juga [di sini dan Ia tidak tercantum sebagai Muslimdi sini]

Mengapa kekacauan ini dapat terjadi?

Salah satu yang terutama adalah tidak satupun ahli arkeologi yang mampu memastikan kebenaran terjadinya peristiwa eksodus, lokasi dan juga penyeberangannya. Kemudian juga yang berkenaan dengan kata Ibrani "yam suph" yang ditranslasi ke septuagint Yunani dan telah diterjemahkan secara keliru menjadi "laut merah". Kata Ibrani "Suph" ngga pernah berarti merah namun berarti "alang-alang" [Kenneth Kitchen, "On the Reliability of the Old Testament" (Eerdman's, 2003), pp.261-263]. Sehingga artinya seharusnya adalah "lautan alang-alang" [sea of the reeds]

Laut merah, merupakan terjemahan bahasa yunani (Erythra Thalassa) dan latin (Mare Rubrum; Sinus Arabicus; yang secara literal artinya adalah "teluk arab"). 

Ada juga yang mengkaitkan nama "laut merah" dengan musim ramainya sejenis alga [Trichodesmium erythraeum] yang berwarna merah [namun ini juga tidak tepat, silakan saja perhatikan foto di samping]. Juga ada pendapat lainnya yaitu nama laut merah berasal dari suatu suku lokal yang mempuyai nama "merah" yaitu Himyarit

Pendapat lain yang lebih digemari para ahli adalah kata "merah" digunakan untuk "arah selatan" dari mata angin. Warna arah utara adalah "hitam", di mana laut hitam berada. Dasar argumen warna pada teori ini adalah karena warna sebagai arah telah digunakan luas oleh beberapa kebudayaan tua dunia [Asia, Amerika, Turki] yang menggunakan warna sebagai arah mata angin. Herodotus pada satu kejadian kerap bergantian menggunakan nama "laut merah" dan "laut selatan" [lihat di: Laut hitam]

Disamping itu, eksistensi Musa dan kisahnya pun sangat diragukan kebenarannya, William G. Dever juga menyatakan bahwa TIDAK ADA satupun temuan Arkeologi menyatakan pernah terjadi eksodus dari Mesir dan Bahkan tidak ada 1 teks mesir-pun yang menyinggung mengenai adanya "Ibrani" atau "Israel" di Mesir. 

Yang seharusnya segera menarik perhatian adalah mengenai jumlah Yahudi yang eksodus dari Mesir dan kemudian dilanjutkan mengembara selama 40 tahun di Gurun Sinai [Keluaran 16:35; Bilangan 14:33, 32:13]. 

Jika, 603.550 orang tentara Yahudi [dan juga dari bangsa lain ] masing-masing memiliki istri, anak dan orang tua, maka jumlah populasi Yahudi yang eksodus dari Mesir dan mengembara selama 40 TAHUN di Gurun pasir Sinai adalah 2Jt – 3.5Jt orang! 

Lantas berapa besar populasi Mesir saat eksodus itu? 

Banyak orang secara memaksa menyatakan bahwa Musa hidup kisaran 1250an SM, berikut di bawah ini terdapat 2 (dua) versi populasi mesir saat itu:

  • Menurut Robert Feather, populasi Mesir pada 3000 SM adalah 870.000 orang dan pada 1250 SM adalah 2.6 Jt orang[Robert Feather, The Copper Scroll Decoded:One Man's Search for the Fabulous Treasures of Ancient Egypt. London, Thorsons/HarperCollins, 1999]
  • Menururut Kathryn A. Bard, populasi Mesir 1250 SM adalah 3 jt s/d 3.5 jt orang [Encyclopedia of the archaeology of ancient Egypt, Kathryn A. Bard]

Jadi,

  • Bagaimana mungkin, 603.550 pria di atas 20 tahun, berikut keluarganya sejumlah 2 jt s/d 3.5 jt orang, yang ternyata bersaing jumlah dengan populasi penduduk Mesir, dapat meninggalkan mesir dengan membawa segala macam ternak dan perabotannya [Alkitab menyatakan mereka juga membawa emas, perak dan kain] dengan waktu kurang dari 1/2 malam saja, tanpa kehebohan dan tidak tercatat di 1 (satu)-pun literatur mesir kuno manapun!
  • Bagaimana mungkin 600 kereta kuda dapat membuat takut 603.550 tentara Yahudi?

Selebihnya anda dapat temukan di iniiniiniini dan masih banyak lagi.

Bagaimana dengan Makan mereka selama 40 tahun di gurun Sinai?

    Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu…Orang Israel makan manna empat puluh tahun lamanya, sampai mereka tiba di tanah yang didiami orang; mereka makan manna sampai tiba di perbatasan tanah Kanaan"[Keluaran 16:1-35]

Al quran [AQ 2:57; 7:160; 20:81] menggambarkan bagaimana mereka hidup dan makan sebagaimana yang Tafsir Ibn kathir sampaikan:

  • Selama dalam pengembaraan di gurun, mereka terlindungi dari sengatan matahari dengan semacam awan putih [An-Nasa'i dari Ibn Abba's; Ibn Abi Hatim dari Ibn Umar, Ar-Rab' bin Anas, Abu Milaz, Ad-Dahha'k, dan As-Suddi, Al-Hasan, Qatadah dan Ibn Jarir]
  • Di berikan Al Manna yang jatuh dari pohon dan digunakan untuk keperluan apapun yang mereka inginkan [`Ali bin Abi Talhah melaporkan dari Ibn `Abbas]
  • Qatadah: "Manna, lebih murni dari susu dan lebih manis dari madu dan berjatuhan dari atas seperti salju dari menjelang fajar hingga menjelang pagi dan beberapa dari mereka memungut secukupnya, dan di hari ke enam memungut lebih banyak untuk 2 hari sekaligus"

Beberapa mengartikan "Manna" dengan hasil dari pohonTamarisk atau hasil dari sekresi serangga pada tumbuhan yang hanya ada di Gurun Sinai. Namun pohon tersebut hanya menghasilkan di bulan May – July dan TIDAK TERJADI selama 6 hari dan selama 40 tahun!

Alfred Edersheim memperkirakan bahwa Semenanjung Sinai secara kasarnya hanya dapat memproduksi kira-kira 700 pounds [317.5 kg] untuk seluruh musimnya tamarisk. Bahkan jumlah tersebut sama sekali tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan makanan hanya 1 hari bagi bagi 2jt – 3.5jt orang![The Bible History — Old Testament, Grand Rapids: Eerdmans, reprint from an 1890 edition, Vol. II, p. 97]

Di samping itu, "Manna" dalam arti di atas, tidaklah cocok dengan maksud "hujan roti dari langit" yang seharusnya kejadiannya itu adalah seperti hujan lumut yang terjadi di Persia pada jaman kelaparan besar tahun 1854, Masyarakat yang kelaparan ketika itu begitu gembiranya dan bergegas mengumpulkan, memasak dan menjadikannya roti di hari itu juga.

Contoh kejadian lainnya misalnya hujanbinatang dari langit seperti: Ikan, Sapi, katak, ular, cacing dan bahkan telur rebus yang terjadi di berbagai belahan dunia. Sayang sekali, kaum Israel kurang beruntung tidak kedapetan turunnya hujan telur rebus, ikan dan sapi. 

Namun, kejadian unik di atas tidaklah terjadi di tiap harinya namun hanya sekali-waktu saja dan itupun dikarenakan adanya TORNADO atau ANGIN TOPAN di tempat lain. 

Jadi, apa sih arti "Manna" itu?

Fakta Sejarah menyatakan tidak ada kaum Israel di Mesir, namun ajaran Abrahamic sepakat secara sepihak menyatakan bahwa kaum Israel sudah 430 tahun lamanya beranak-pinak di Mesir, Jadi, bahasa Mesir merupakan bahasa Ibu bagi semua orang saat itu. Tentu saja itu artinya adalah saat itu, baik itu Tuhan, Musa dan seluruh kaum yahudi tidak berbahasa Ibrani karena bahasa itu belum ada. Mereka semua berbahasa Mesir! 

Kata "Manna" adalah kata yang berasaal dari bahasa Mesir "Mennu" yang artinya adalah makanan/roti [Juga lihat George Ebers, Durch Gosen zum Sinai, p. 236]. Sehingga terjemahan literal "Apakah ini?" pada:

    Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: "Apakah ini?"..Musa berkata kepada mereka: 'Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu'"[Keluaran 16:15]

Terjemahan itu tidaklah tepat. Mereka saat itu sedang bersungut-sungut karena kelelahan dan kelaparan serta menyesali kehidupan di Mesir yang mereka tinggalkan, yaitu "duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang!"[Keluaran 16:3] sehingga ketika janji Musa datang namun tidak seperti yang mereka bayangkan maka mereka bukan lagi bertanya, "apa ini?" melainkan "Ini Makanan/roti?". 

Jadi, apakah mereka hanya menyantap "itu-itu" saja selama 40 tahunan tanpa ada "Mennu" lainnya lagi?

Tentu saja hal itu tidak benar. Alkitab jelas menginformasikan bahwa sebelum "hujan roti", tuhan mereka menyatakan,

    "katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, Allahmu." [Keluaran 16:12]

Anda akan temukan bahwa semasa dongeng 40 tahun pengembaraan di gurun Sinai, mereka-pun makan berbagai jenis hewan yaitu: Lembu, Domba, burung [lihat di: Imanat, Keluaran 18:12,29:38-41, juga di Kitab Bilangan], ditemani dengan roti yang tidak beragi dan roti bundar yang tidak beragi, yang diolah dengan minyak, dan roti tipis yang tidak beragi, yang diolesi dengan minyak; dari tepung gandum yang terbaik. "Mennu" tersebut tersedia tiap hari baik di pagi maupun di senja hari [Keluaran 29:38-41] dan juga yang berasal dari perolehan mereka ketika menaklukan Orang Amalek [Keluaran 17:8-16]. 

Namun, apapun yang mereka makan, terdapat persoalan serius secara logika, karena menurut Situs ini [dan puluhan situs lainnya], keperluan harian 2jt s/d 3.5jt orang adalah sekurang-kurangnya setara dengan 1500 ton Makanan, 4000 ton kayu untuk api membuat makanan, 11 juta galon air dan juga perkemahan seluas 750 Mil2. Suatu ukuran jumlah yang luar biasa besar yang dapat di tampung oleh gurun pasir Sinai yang bahkan untuk mensupport puluhan ribu orangpun masih sangat berlebihan. 

Nah, yang tidak kalah menakjubkannya adalah bagaimana mereka menangani permasalahan sampah selama 40 tahun mengembara di gurun sinai. Saking menakjubkannya hingga tidak ditemukan 1 (satu) artifak-pun untuk mengabadikan peristiwa ajaib tersebut. 

Terakhir,
Kisah tentang Musa juga ada diliteratur Hindu, yaitu di dongeng Bhavishya [Bhavishya purana] yang hanya memuat sekelumit saja seperti ini:

    Ketika Kaliyuga berlalu 2000 tahun, Dinasti Mleccaha [kaum barbar, tak paham tradisi India] meningkat. Mereka menciptakan dan tumbuhnya banyak jalan [pandangan/ajaran] dan secara bertahap seluruh bumi menjadi penuh orang-orang Mleccaha. Pemimpin spritual dan guru mereka bernama Musa. Ia tinggal di pinggiran sungai Sarasvati, dan menyebarkan doktrinnya keseluruh dunia.

Dongeng Bhavishya, sama sekali ngga memuat adanya kisah membelah laut.

Walah..

Tradisi ajaran yang mencatat kisah Musa ini hanya sebagai kiasan dalam bentuk dongeng [Purana] memang mengkategorikannya pada kelompok kitab-kitab Smerti [non wahyu] dan itu pun tidak ditambahkan lagi dengan adegan membelah laut namun justru tradisi ajaran yang menyatakan kisah Musa ini BUKAN DONGENG namun merupakan wahyu tuhan malah memuatnya dengan adegan membelah laut.

Mengherankan..

5 comments to Wirajhana Eka: Benarkah Musa Membelah Laut?

  • Anonymous

    Saya jadi ingat masa sekolah Minggu dulu. Paling seneng ketika mendengar kisah Nabi Musa membelah Laut Merah, apalagi guru sekolah Minggunya pinter ngedongeng. Lalu membaca kisah itu dalam buku Kisah-kisah Alkitab, rasanya seru banget. Anak-anak usia 7 sampai 12 tahun memang masih bisa “terpesona” oleh kisah-kisah mujizat seperti itu, dan belum bisa menganalisanya dengan informasi-informasi ilmiah lainnya. Kisah-kisah itu tetap ada gunanya untuk membentuk pola keimanan anak pada usia dini. Kalau kemudian setelah dewasa kisah itu tidak mempesona lagi ya tidak apa-apa, tujuan telah tercapai untuk masa kanak-kanaknya. Sama seperti membaca cerita silat Sin Tiauw Hiap Lu ketika masih duduk di bangku SMP, wah rasanya seru banget! Belakangan setalah membaca buku sejarah tentang Jenghiz Khan, Kubilai Khan dsbnya, dan mencoba membaca lagi cerita silat itu ternyata “magic”nya sudah tidak terasa lagi, sudah hambar. Apalagi ketahuan tidak sesuai dengan fakta sejarah. Soal Nabi Musa membelah Laut Merah biarlah tetap diajarkan di Sekolah Minggu, masakan mau diganti dengan Harry Potter and the Sorcerer’s Stone, ya nggak?

  • Anonymous

    woalah mas eka, tulisannya panjang2 muter2 bertele2, redundansi disana sini, copas ya? mbok ya sebelum nulis disunting dulu hasil kopi-nya, yak tok!

  • Anonymous

    Apakah Musa pernah membelah Laut, saya rasa laut tidak bisa dibelah, yang bisa dibelah adalah : semangka, melon, apel dsb… Lalu, apakah air yang ada disuatu lokasi bisa pasang atau surut ?? atau apakah Air bisa berpindah tempat … Air bisa saja berpindah tempat kelokasi lain dengan berbagai sebab (apa saja penyebabnya bisa ditanykan ke pakarnya), buktinya Tusnami Aceh … air dari laut memanjat Kota Banda Aceh kemudian menari-nari di tengah-tengah kota sebelum kembali ke Laut sembari mengambil apa yang dia suka. Lho kok air bisa manjat, menari dan mengmbil barang-2 ???, memangnya kaki dan tangan air ada berapa ??, kalau air punya tangan dan kaki berarti air punya kukunya juga dong !!, lalu apakah kukunya bisa cantengan juga .. Pertanyaannya jangan kayak orang kurang kerjaan dong yang jelas gunung bisa meletus, daratan bisa direndam air, daratan juga bisa nimbul …dsb …

  • Anonymous

    nafikanlah semahu apa pun kamu… berpalinglah sejauh manapun kamu… namun hal yang terjadi tetap terjadi… persoalan yang rumit hanya menunjukkan kelemahan kita selaku manusia… tiada siapa dizaman ini yang pernah hidup sezaman dengan Nabi Musa A.S… justeru pasti tiada saksi mata akan kejadian ini… namun harus diingat… tidak dapat dibuktikan bukan bererti tidak pernah berlaku… lihat saja teori bukti dan saksi dimahkamah… berapa ramai yang terbela meskipun buktinya dibawa dan saksinya di tunjuk?.. ini adalah kelemahan kita… komunitas saintology menginginkan kaedah saintifik tentang kejadian ini, justeru buktikan dahulu pada saat berapakah seseorang itu terlena… buktikan dengan jelas dengan jam, menit, saat, detik dan mili detik… kalau ini tidak bisa terukur dan terbuktikan, diam saja lebih baik, kerana diam itu ilmu… mengetahui kekurangan diri yang kita tidak tahu, itu adalah ilmu… kasian para penyoal kerana kekuranga ilmu ini…

  • Anonymous

    saya cumah heran aja kenapa isi alquran kok menceritakan isi alkitab, padahal islamkan paling benci israel, seharusnya yang di ceritakan di alquran itu perjalanan suku ismael yang pergi ke arab karnah di usir oleh bapakx sendiri, trus muhammad seharusnya menceritakan perjalana suku ismael ya isix paling di tuntun oleh malaikat ke arab sana, ini malah menceritakan suku israel ke tanah perjanjanjian. apa muhammad itu kurang bahan yang mau di cerita di alquran, ahhh…..masak menceritan orang pux kisa di mana rencana allah untuk menyelamatkan umatx, menceritakan isa tau2x tidak percaya juga, jd muhammad itu perlu di pertanyakan memangya dia di nubuatkan di alkitab, kalau Tuahan Yesus ya dan Amin memang di nubuatkan di alkitab prjanjian lama, jd saya sarankan bagi umat islam supaya teliti baik2 Alkitab supaya km tau cerita sebenarnya, Trimah kasih.

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>