Indonesia aslinya bukanlah nama bangsa, bukan nama negara juga, melainkan istilah yg diberikan para ahli kepada kepulauan di Samudra Pasifik yg terkena pengaruh India. Ada Polinesia, ada Micronesia, ada Melanesia dan ada Indonesia. Hanya karena kemauan politik, jadilah Indonesia nama bangsa. Dan, hanya apabila ada kemauan politik, bisa dipertahankan sebagai bangsa.
Saya bukan nasionalis buta. Saya orang universal, humanis dan internasional. Kalau tidak ada perbaikan, saya lebih suka melihat Papua dan beberapa bagian Indonesia Timur melepaskan diri dari RI dan bergabung dengan Australia. Saya keturunan Indonesia Timur, lebih jujur dibandingkan orang Jawa. Dan tidak suka dengan gaya SBY yg plintat plintut membawa bangsa ini ke kehancuran. Saya lihat, bukan mustahil suatu saat sebagian Indonesia Timur memisahkan diri dan bergabung dengan negara maju. Dengan Australia. Dan itu jauh lebih bagus, jauh lebih bermartabat daripada menyaksikan pelecehan hak-hak asasi orang Kristen di Indonesia. Daripada menyaksikan perngrusakan yg dilakukan orang Islam, dan tidak memperoleh tanggapan yg sepantasnya dari pemerintah. Daripada menyaksikan DPR berisikan orang bego, dan kabinet SBY berisikan kafilah onta. The president himself might be a kebo.
SBY cuma ngurusin partainya, nutupin korupsi yg dilakukan partainya, sekaligus membongkar korupsi yg dilakukan partai-partai lain. Mereka main bongkar-bongkaran korupsi. Tidak urusin negara, tidak urusin kesejahteraan. Yg mereka urus cuma perut mereka sendiri. Semuanya seperti itu, baik partai yg berazaskan Pancasila maupun Islam. Partai-partai seperti itu cuma laku untuk orang goblox. Makanya lebih dari separuh orang Indon tidak ikut pemilu. Saya tidak.
Orang Kristen juga berjuang membebaskan negeri ini dari penjajahan Belanda. Orang Ahmadiyah juga. Kristen dan Ahmadiyah berjuang membebaskan Indonesia dari penjajahan bukan untuk menjadi budak orang Islam. Islam sudah keterlaluan di Indonesia. Kalau tidak ada perubahan, lebih baik negeri ini dibubarkan, dan Indonesia Timur bergabung dengan Australia. So, sebagian dari kita akan otomatis menjadi anggota masyarakat beradab, negara maju, dengan income per kapita puluhan kali dibandingkan Indonesia.
Aspirasi memisahkan diri merupakan hak asasi manusia (HAM), dan itu bukan subversif. Asalkan dilakukan dengan cara beradab , maka aspirasi memisahkan diri diakui di dunia internasional. Kanada bahkan telah pernah melaksanakan referendum untuk menentukan apakah Quebec tetap menjadi bagian dari Kanada atau memisahkan diri. Orang-orang Indian di AS menyebut diri mereka bangsa terpisah. Ada puluhan bangsa Indian di AS, namanya macam-macam. Dan itu sah saja, tidak perlu dikejar-kejar dan didzolimi seperti di Indonesia. Yg perlu ditertibkan adalah aspirasi kemerdekaan yg menggunakan kekerasan. Itu haram jadah. Sekaligus kriminal.
Di dalam Australia tidak ada diskriminasi. Anda sejajar, sederajat, semua terwakili. Kalau anda nganggur, anda dapat tunjangan. Anda ngentot dan menghasilkan anak juga dapat tunjangan. Ada tunjangan kesehatan, tunjangan anak, tunjangan hari tua. Semuanya terjamin. Dan itu bisa dilakukan karena mereka pake otak. Mereka tidak membedakan latar belakang SARA. Anda kulit item ataupun kulit putih sama saja. Sederajat. Yg tidak berderajat itu menjadi WNI. Orang Ahmadiyah didzolimi dengan restu dari pemerintah. Orang Kristen juga. Semua serba diskriminasi. Orang dipaksa beragama. Dihalang-halangi menikah kalau berbeda agama. Semuanya najis laknatullah. Dan itu ada di Indonesia.
Kalau kita menjadi warga negara beradab seperti Australia, segala macam perlakuan diskriminatif dan ancaman penggunaan kekerasan akan stop dengan sendirinya. Kita menjadi manusia seutuhnya. Di Indonesia, kita cuma separuh manusia. Yg suka maksa itu orang Indonesia, terutama di pulau Jawa. Orang bule tidak suka maksa. Kalau anda protes kolom agama di KTP, maka sebagai warga negara Australia yg beradab, protes anda akan dipertimbangkan matang-matang. Suara anda berharga. Anda diperlakukan sebagai manusia. Di Indonesia, anda tidak diperlakukan sebagai manusia. Anda cuma setengah orang disini.
So, ini cuma aspirasi. Saya melihat ada kemungkinan Indonesia Timur bergabung dengan Australia. Dan mungkin juga sekalian dengan Selandia Baru dan pulau-pulau kecil di Pacific. Orang Indonesia Timur itu orang Pacific, satu budaya dengan orang-orang Pacific lainnya di Hawaii, Tahiti dan Selandia Baru. Kita lihat: Hawaii, Tahiti dan Selandia Baru ternyata sudah maju sekali. Mereka maju karena di-manage oleh orang bule. Walaupun berkulit coklat, orang-orang Polinesia berstatus sama seperti bule. Budayanya dihormati, dihargai. Tidak ada pemaksaan agama. Pendidikan terjamin. Ada bermacam tunjangan: tunjangan kesehatan, tunjangan pengangguran, tunjangan anak, tunjangan hari tua. Dan suaranya didengar. Bukan seperti di Indonesia dimana orang-orang Kristen tidak didengar. Dianggap "sampah masyarakat".
Sebagai warga negara Australia yg telah diperluas di masa depan, yg telah memasukkan Indonesia bagian Timur sebagai negara bagian, orang Kristen yg berasal dari Indonesia, walaupun item legem akan dihormati. Tidak akan dilarang bikin gereja. Tidak akan dilarang bikin kebaktian di rumah. Tidak akan dibikin budeg oleh suara adzan masjid. So, think about it!
Australia sudah berbalik 180 derajat. Mereka konsekwen berbalik 180 derajat, menjadi "negara Asia". Kita tidak akan dibedakan, semuanya sederajat. Saya tahu pasti karena adik saya sudah jadi warganegara Australia, dan menghasilkan 2 (dua ) orang anak setengah bule.
Dibandingkan Australia, negara Indonesia ini penuh najis laknatullah. And I mean it. Secara harafiah dan bukan simbolik saja. Makanya orang-orang Indon yg ada di Australia agak merasa malu karena Australia tahu betapa bobroknya kita. Tetapi mereka sopan. Tidak memaksakan diri memberi nasehat. Australia itu bukan negara Arab, mereka liberal. Liberal artinya menggunakan otak. Rasional dan logis. Mereka anggap, kalau kita di Indonesia tidak mau memperbaiki negara kita, maka itu urusan kita sendiri. Mungkin mereka bingung, betapa gobloknya orang Indonesia. Saya juga bingung. Kenapa orang Indonesia begini goblok?
Saya orang liberal. Lebih liberal dari Kristen Liberal dan Islam Liberal. Negara-negara maju itu liberal. Kalau tidak liberal, tidak bisa maju.
Orang Aborigine di Australia dilindungi hak-haknya, dapat ganti rugi atas tanah mereka yg dulu diambil paksa oleh bule. Orang-orang Indian di Amerika juga begitu. Orang-orang Indian di Kanada juga begitu. Kita di Indonesia belum memberikan ganti rugi kepada orang-orang Papua yg tanahnya diambil paksa. Belum menetapkan daerah reservasi adat Papua. Belum ada pengakuan bahwa budaya Papua dirusak oleh orang dari Jawa. Orang-orang Australia sudah mengakui bahwa dulu Aborigine diinjak-injak haknya. Itulah bagusnya orang yg pakai otak. Indonesia ini tidak pakai otak. Otaknya masih orisinil, jarang digunakan.
Kita terlalu terikat kepada primordialisme (kelompok asal), baik berupa suku maupun agama. Di negara-negara maju: AS, Kanada dan Australia, tidak begitu. Semua orang sama tanpa dibedakan. Diskriminasi itu illegal. Melawan hukum. Komunitas asal bisa dipertahankan, malahan banyak, tetapi orang tidak memaksakan nilai-nilai komunitas asal ke komunitas besar dimana orang hidup bersama. Di Indonesia, nilai-nilai komunitas asal orang Islam mau dipaksakan kepada seluruh masyarakat. Itu menginjak-injak hak orang lain. Bahkan suara adzan sehari 5 x itu melanggar hak jutaan orang di Indonesia. Masjid boleh saja didirikan, tetapi harusnya tidak boleh mengganggu tetangga.
Di negara-negara maju tidak ada istilah mayoritas bisa menekan minoritas. Tidak ada itu. Semuanya sama. Tidak boleh ada diskriminasi. Di Indonesia, orang salah kaprah, mengira mayoritas bisa menekan minoritas. Mayoritas menekan minoritas itu bukan budaya orang beradab, tidak dipraktekkan di negara-negara maju, melainkan di negara-negara Arab. Makanya saya bilang, Indonesia ini apa negara Arab? Kalau mau jadi negara Arab, mendingan kita bubarkan saja negara ini. Indonesia Timur bergabung dengan Australia dan menjadi anggota masyarakat beradab. Arab itu tidak beradab, untuk anda yg belum tahu.
Dan plis jangan lagi anda ributin orang Aborigine di Australia, orang Maori di Selandia Baru, dan orang Indian di AS dan Kanada. Mereka sudah jauh lebih sejahtera dibandingkan dengan orang-orang Papua. Mereka sudah dapat ganti rugi. Budaya mereka dilindungi. Kehidupan mereka terjamin: pendidikan, kesehatan, dll. Karena hal itu, antara lain, maka saya lebih suka Papua dan sebagian Indonesia Timur bergabung dengan Australia. Kita akan langsung menjadi warga negara maju, anggota masyarakat beradab.






eh Leo, apa maksud kau jadi provokator ngajak2 indonesia timur memisahkan diri dari Indonesia? kau mau ditangkap polisi ya? mau dipukul sampai jadi bego di penjaara ya ? Kalo ngefans ma Aussie, napa kau masih hidup di Indonesia dan masih jadi WNI ? AYO JAWAB!
sayang seribu sayang pak, terakhir saya ke papua di jayapura yg namanya mesjid ada dimana2, yg namanya ormas islam jg udah merajalela.. jd kalopun papua mau referendum memisahkan diri kayaknya bakal kalah deh pak…jd terima nasib aja pak, indonesia timur memang bagian dr NKRI…
Gabung dengan Australia, ngaca !! Papua New Gini aja dilepas oleh Australia, nggak level dengan orang-orang bule.
Kalau beberapa orang Maluku jadi Warga Negara Australia, dapat dimaklumi. Seperti etnis-etnis yang lain, Jawa, Sunda, Sumatra, China, Afganistan, Afrika, Arab, beberapa orang jadi Warga Negara Australia. Tetapi ini hanya supaya Australia tidak eksklusif saja. Kalau bergabung ? Mimpi Kaleee.
Bagi beta orang kawasan timur lebih baik Papua merdeka sendiri kita orang akan buktikan tanpa orang sialan Jawa kita orang lebih bisa maju dan milik kami tidak jadi milik orang Jakarta. Semoga Indonesia bubar saja 350 tahun lagi pun tak akan maju terlalu banyak korupsi terumatama orang Islamnya jago korupsi.
Salut untuk Leo, berani mengungkapkan kebenaran — Lara
saya orang jowo sudah menetap di OZ. di jkt sy dijajah sama orang jawa dan non jawa, penjajah sebangsa ini ya ada yg muslim dan non muslim juga. Kalo sudah urusan duit. tdk ada jowo dan non jowo, muslim dan non muslim. Mereka sama saja binatang semua. temen2ku dari Indo baik2 lho, ada sih satu dua yg tdk baik. Temen2ku Indo ini ada yg padang, batak, cina jowo, cina medan, palembang, madura, papua asli keriting, manado, bugis. Islam dan non islam. Bubarkan Indo. Bom saja istana Cikeas
saya suka tulisan dan gagasanmu Leo…
gaung Leo makin lama makin keras…
dasar mental inlander, pengin misah tetep aja pengen njilat negara lain..gitu kok dibilang berani…
Gagasan bagus namun ga akan terlaksana?
klu loe g’ btah lg jd WNI, hengkang loe dr sini ? Gak ada maksa loe juga kalee !! Please, dhe jgn lebay !!!! Dsr tong kosong ??
kristen indon itu bego karna gak mengakui sang penyelamat.. yahudi itu kutukan.. orang2 islam indon itu gagap karna ikut2an budaya lain.. ateis indon itu tolol hanya berlaga pintar… kalau anda itu babi penyedomi anjing.. gkgkgk jangan tersinggung bab.. :> si hitam pekat laknat…
Salut buat Bung Leo, orang tolol akan menanggapi tulisan anda sebagai provokator tapi orang bijak akan mengerti esensi yg anda kedepankan !
kok menghujat leo? lihat tema pembicaraannya…. leo ini mengkritik, bahwa betapa bodohnya orang indon…. anda bisa lihat sendiri… paling gampang lihat di jalan raya, tertibkah? lampu merah tanda untuk jalan, bukan untuk berhenti, begitu kan kalau di indon? belum hal lainnya….
kalo orang narsis sih ga mungkin mau terima pembicaraan ini. mereka uda terlanjur nyaman karena jadi mayoritas. jadi ngerasa bisa berbuat apa-apa seenaknya. sampe-sampe dengan gampangnya ngeluarin statement bahwa Hindu itu berhala, banyak Tuhannya, “kembalikan mereka ke jalan yang benar, ya Allah.”, bla.bla.bla. kami muak. tapi selama ini kami cuma diem aja.
semoga Tuhan memberkati kalian, orang Indonesia palsu.
Buat saudara leo.. anda jarang nonton tv yach..? anda seperti abg abg alay yang terlalu mengagung agungkan bangsa lain. Kalau anda nonton tv beberapa waktu lalu di australia terjadi demo yg dilakukan aborigin.. mereka menuntut persamaan hak atas perlakuan diskriminasi australia terhadap warga asli aborigin. dan anda tau negara prancis? mereka telah melanggar hak asasi manusia.. kaum wanita muslim disana dilarang memakai jilbab.. anda tau liga sepakbola eropa..? disana pemain sepakbola berkulit hitam sering di perlakukan rasis.. itukah yg anda sebut negara maju yang selalu menjunjung ham ? jangan maling teriak maling… jangan ngebagusin agama sendiri dengan menjelekkan agama lain… sebaiknya anda merenung dan berfikir dahulu sebelum membuat tulisan.. anda juga perlu tahu.. dinegara2 yang mayoritas penduduknya kristen, umat islam selalu di intimidasi dan di belenggu hak2nya.. jangan jauh2 keluar negri.. di negara indonesia sendiri khususnya seperti di ambon atau di daerah yg mayoritas penduduknya kristen umat islam sering terbelenggu hak2nya dalam menjalankan ibadah.. anda sudah tau atau pura2 tidak tau..?
Satu lagi bukti kebodohan sebagian besar muslim Indonesia. Meniru-niru orang/budaya Arab yang jauh lebih primitif dari budaya kakek-moyang kita.
leo goblok…
gak ngerti apa2 masalah agama dan negara…
orng bodoh macam kaupun banyak bacot…
heran….
jangan terprovokasi…
ini bisa berkelanjutan perang sara dengan….
bawa2 kristen dan menjatuhkan islam…
udah udah…
kulit hitammu mirip babi…
makan babi aja lah kau sana…
eh…
babi kok makan babi???
lets do your mind indonesian..!!!
dont just speak your mind..!!!!
dungu semua…
350 tahun di jajah karena gampang di adu domba.. smpe sekarang pun keturunannya gampang banget berantem sesama bangsanya sendiri…???
berkutat terus seputar ras, suku dan agama…
berkelahinya pun karena itu..
kill ur self indonesian…
Setuju Leo!
ini semua terjadi karena pejabat2 kita, pemimpin2 rakyat kita ini, terlalu banyak korupsi, tidak ada henti2nya, malah semakin maruk dan serakah, ini harus diberhentikan, kita semua org2 indo yg lahir di indo, yg tau akan situasi dan keadaan indo, harus bersatu semua, bukan hanya kritik sana kritik sini, salahin sana, salahin sini, gak ada habisnya deh, mau taruhan seratus tahun lagi juga tetep aja begini, makanya nih yah, di jakarta nih lagi hot2nya org2 memilih gubernur nih, langsung aja deh saya ke point saya..
saya juga baru mempelajari si jokowi dan ahok nih yah, lewat youtube, karena mereka menang kemaren di putaran pertama, ini fenomena hebat yg terjadi di indonesia, teman saya kasih kabar saya dari indo, saya di sydney, saya blom pernah bertemu jokowi dan ahok, belom pernah berbicara sama mereka, saya udah 17 tahun meninggalkan jakarta, karena tidak ada masa depan di sana, tapi setelah saya mengenal 2 orang ini, hati saya tergerak, masih ada harapan untuk indonesia! saya akan kembali ke jkt kalau bisa membaik..
saya liat nih 2 orang bisa/sanggup merubah nasib bangsa indonesia, asal kita sama2 mendukung, kalau kita tidak mendukung mereka, kita tidak bisa mengharapkan indonesia berubah!
saya lihat si jokowi selama menjadi walikota solo 7 tahun, ternyata solo maju pesat, dia sanggup memindahkan pasar pedagang kaki lima ke tempat yg baru, tanpa keributan! satu2nya di indo yg berhasil begitu, dan pasar yg baru itu ternyata juga diberikan GRATIS untuk pedagang kaki lima tersebut, sementara ini sudah 17 pasar tradisional yg dibangun di solo, lihatlah di solo juga ada railbus (tram) seperti di luar negeri, bisa mengangkut banyak orang, tidak seperti busway di jakarta, di solo juga ada bus yg sistemnya prabayar, pake kartu yg dicetrekkan ke mesin di dalam bus, dan busnya tidak bisa berhenti sembarangan seenaknya seperti angkot2 di jakarta, sangat bagus sekali idenya si jokowi, karena dia sering keluar negeri dan melihat2 disana juga mencontoh, dia bisa diterapkan di indo, bagus, tapi yg pasti kuncinya adalah dia itu gak korupsi, jadi uang negara benar2 dipakai untuk rakyat! di solo pun ada system kartu pintar untuk rakyat yg tidak mampu supaya bisa sekolah gratis, dari buku, uang sekolah sampe tas diberikan gratis, hebat gak tuh, rakyat harus disekolahkan, biar pintar, di solo juga ada system kartu sehat, untuk rakyat gratis ke rumah sakit, orang ini, si jokowi ini, sudah memakmurkan rakyatnya di solo, begitu juga si ahok, dia pernah menjadi bupati di belitung, disanapun ada system sekolah gratis dan rumah sakit gratis, malah hebatnya di bangka belitung itu, satu2nya propinsi di indonesia yg punya program uang pensiun! benar2 hebat nih dua orang, anti korupsinya nyata! orang seperti inilah yg harus kita dukung sekarang ini sebelum terlambat, tgl 20 september ini adalah hari penentuannya.
Kalo dua org ini menang di jakarta utk menjadi gubernur dan wakil gubernur, di jakarta akan ada system kartu pintar dan kartu sehat, otomatis, propinsi lainnya akan ikut2an menuntut spt jakarta, lama2 rakyat menjadi makmur.. termasuk di papua dll..
dan apa yg dikatakan Leonardo diatas tsb sudah tidak ada lagi di masa depan..
begini saja..
yang sudah2 kita lupakan lah, kita mulai lembaran baru..
saya membuat facebook page yg isinya mengajak org2 untuk mendukung jokowi-ahok, berhubung saya diluar indonesia, saya mengajak org2 indo yg di luar negeri utk mendukung, saya ajak masing2 kirimkan 3 detik saja video klipnya dan sudah ada beberapa respon dari uzbekistan dan jepang, ada bule dari melbourne juga ikutan sambil main gitar..
liat aja di http://www.facebook.com/pages/Dukungan-Untuk-Jokowi-Ahok-Dari-Luar-Indonesia/321556464557081
kalau ada yg mendukung saya silahkan bergabung, setidaknya klik ‘like’ lah
terima kasih yah