Top 12 - Sejak Jan 2012

Cara Kirim tulisan

Tulis dulu tulisan anda di Word atau di word processor apa saja, jangan di format, cukup diberi paragrap saja.
Lihat kolom yang dibawah tulisan; LOGIN: User Name: :Tamu dan Password : superkoran - setelah itu anda akan bisa melihat kotak untuk mengisi tulisan. (kotak kanan atas)
Copy tulisan anda dan Paste di kotak tsb dan beri judul dan tekan SAVE. Tambahan: Setiap tulisan hendaknya diberi TITLE dimulai dengan Nama Penulis + judul Tulisannya. Tanpa nama penulis, dengan sendirinya tidak jelas siapa yang menulis dan tulisan tidak bisa diterbitkan. TIAP ORANG HANYA BOLEH MENGIRIM TULISANNYA SENDIRI

Daftar tulisan

Ichwan NM Kutho: Pengalaman saya dengan FPI

Pembaca: 41713

Ramai soal FPI, saya terpaksa ikut bicara. Pada Agustus tahun 2000 (hari Senin) saya dan 2 orang teman redaktur Majalah Mahasiswa ARENA IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pernah dikeroyok oleh beberapa orang FPI yg menyerbu kampus saya itu. Saat itu saya Semester IX.

Rektor IAIN dan para pejabat kampus saat itu sedang rapat dengan kru Majalah ARENA untuk membahas penyerbuan FPI di hari Jumat sebelumnya. Saat kami sedang istirahat hendak sholat dhuhur, karena telah terdengar kumandang adzan, kami diserang FPI di dalam gedung rektorat.

Pasukan FPI berjumlah sekitar 50 orang, mobil jip berisi pedang dan celurit mereka bawa masuk halaman rektorat tanpa ijin.

Itu penyerbuan kedua setelah pada Jumat, FPI memukuli beberapa aktivis Korps Dakwah Islamiyah IAIN Sunan Kalijaga (Kordiska). Satu orang luka berat dan kantor majalah saya diobrak abrik. Satu uni CPU komputer milik kantor saya dicuri FPI. beberapa barang berharga juga hilang saat penyerbuan ini.

Unsur FPI Yogyakarta ada banyak macam. Saya kenal betul mereka, karena biasa bertemu di berbagai kesempatan. Ada anggota Majelis Mujahidin Indonesia, ada anggota Satgas PPP, anggota Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), Kokam Muhammadiyah, Laskar Jihad FKAWJ, dan ada yg mengaku Habib. Yang mengeroyok saya pun saya kenal, karena tinggal di dekat rumah kos saya.

Empat orang FPI menggelandang tangan saya dari lantai III dan sesampai di bawah mereka memukuli dan menendangi saya. Dua Satpam kampus yg berusaha melerai langsung didorong minggir.

Saya pun lantas disandera di pos Satpam, dijaga 3 orang FPI. Sementara puluhan lainnya mengejar teman2 saya yg hendak sholat berjamaah di masjid di Lantai II. Dua orang teman dipukul pakai tongkat kayu, satu orang bisa lari dan lolos.

Alhamdulillah, berkat lindungan Allah saya tidak apa-apa, tiada luka. Andai ada komando melawan saya saat itu cukup siap. Karena diam-diam di sekitar saya banyak berkumpul teman2 anggota Pencak Silat Pagar Nusa/CEPEDI, dan juga para pelatih Taekwondo.

Beberapa anggota Banser tanpa seragam juga sudah mendekat ke tempat saya disandera, ketika orang2 FPI terkonsentrasi bengok-bengok di luar pagar Kampus untuk berunjukrasa menuding kami sebagai antek komunis dan kaum tidak beragama.

“Mahasiswa IAIN telah menghina agama. Saat Jumatan malah ramai di bawah masjid. IAIN sarangnya komunis. Kami ingin memberantas maksiyat, dimulai dari IAIN!,” teriak seorang FPI berjubah putih memakai pelantang (megaphone).

Suasana riuh, ramai sekali. Para wartawan yg datang diancam jika berani memberitakan. Warga kampus maupun orang pengguna jalan raya yg menonton dibentak disuruh menjauh dari lokasi FPI berdemo.

“Wartawan jangan ada yg memberitakan soal ini. Kalau sampai muncul, kami akan datang!,” kata pemimpin lapangannya yg memakai kacamata hitam.

Benar saja, tak ada korang Yogya yg memuat peristiwa heboh itu. Hanya Jawa Pos Radar Jogja memberitakan ada teman saya hilang karena diculik (sebenarnya dia berhasil lolos dengan berganti baju, namun karena sampai sore tidak ada yg tahu, jadinya ditulis begitu).

Wakil Rektor III dengan bahasa isyarat mencegah kami melawan. Malah, beliau menyuruh saya ke rumah sakit untuk visum, agar bisa jadi laporan polisi. Setelah FPI puas memaki-maki mahasiswa dan institusi IAIN lalu bubar, sy pun diantar pegawai rektorat untuk periksa di rumah sakit Sarjito depan UGM.

Oleh dokter, mata kiri saya diperban karena ditemukan ada sejenis rambut yg menempel di kornea. Barangkali akibat sundulan kepada orang FPI yg mengeroyok saya. Namun saya tidak merasakan sakit. Alhamdulillah, sebatas untuk keperluan data visum.

Malam itu Kampus saya mencekam. FPI mengancam akan membakar kantor majalah saya yg berada persis di bawah masjid. PR III melarang mahasiswa beraktivitas di kampus malam itu, demi menghindari tingkah kalap FPI.

Kami berusaha mengumpulkan semua kru ARENA dan para pengurus Senat Mahasiswa (sekarang BEM) dan memilih mengungsi agar aman. Malam itu kami diungsikan di Kantor PWNU DIY. Namun diteror. ada beberapa sepeda motor mondar-mandir sambil membleyer2 gasnya keras2 di depan PWNU DIY.

Mengingat saat itu saya masih tercatat sebagai santri Ponpes Krapyak (KTA santri saya masih hidup-hehe), saya dkk pun dipindah ke kantor pondok. Ternyata di pondok saya sudah ada tokoh GPK yg bilang ke kyai dan para ustad pondok saya, bahwa dia akan menjamin keselamatan kami.

Kami tahu itu omongan bulshit alias bohong. Wong dia ada di sekitar kampus kami saat penyerbuan. Omongan itu hanya untuk menghindari konflik dengan Pondok saya. Sebab jika sampai semua santri Ponpes Al-Munawir ngamuk, FPI saya jamin habis malam itu juga. Jumlah santri saat itu jika digabung dengan Yayasan Ali Maksum ada 3.000 santri (putra & putri).

Karena kami mengantuk, “para korban” kemudian tidur di tempat kos milik teman, di dekat pondok. Selasa malam, saya dkk ke Jakarta untuk melapor ke Komisi untuk orang hilang dan korban kekerasan (Kontras) di kantor YLBHI Jakarta. Kami bertemu langsung dengan pak Munir (allahu yarhamuh-beliau ini dibunuh militer kala SBY hendak naik jadi presiden di tahun 2004).

Oleh Kontras, kami pun diajak bersaksi di Mabes Polri, lalu diundangkan wartawan TV untuk mewawancarai. agar tersiar ke seluruh Indonesia. Indosiar dan ANTV menyiarkan wajah saya yg saat itu sebelah mata saya diperban, dalam berita siang hari.

Keluarga saya di Rembang menontonnya dan sangat kuatir dengan keadaan saya. Namun kakak saya yg ketua GP Ansor tingkat kecamatan menenangkan ibu saya bahwa tidak akan terjadi apa-apa dengan saya di Mabes Polri itu.
Saya pun sempat dibawa ke kantor KOmnas HAM untuk bersaksi atas kejadian kekerasan oleh FPI itu.

Setelah muncul jadi berita nasional, barulah saya dipanggil Polda DIY untuk menjadi saksi atas laporan tindakan kriminal FPI itu. tapi payah, pemeriksasan di Polda cuma main-main. Saya beri banyak data dan saya semangat berbicara, petugas polisi santai saja.

Baru sejam bicara sudah diajak makan mie ayam. Lalu begitu ada adzan dhuhur, diajak jamaah. sudah sholatnya dibuat lama, wiridannya juga luamaaaaaa…… (pikir saya ini polisi apa kyai?..) usai jamaah dhuhur, si polisi rokok-rokok dulu lalu mengajak saya makan siang. payah, sejam lebih hanya untuk istirahat.

Besoknya saya malas datang lagi untuk melanjutkan pemeriksaan, karena saya tahu, tak satupun orang FPI dipanggil atau ditahan. Konstelasi politiknya waktu itu jelas, FPI dibekingi para jenderal, dan polisi di Mabes Polri memberitahu saya siapa saja nama jendral TNI AD beking FPI (waktu itu).

Sya masih punya kliping berita terkati peristiwa yg saya alami itu.

SAHABAT, tahukah Anda, mengapa kampus saya diserbu?
Saya jelaskan di YLBHI/Kontras, Mabes Polri maupun KOMNAS HAM, dan pernyataan ini pernah dikirim lewat fax ke semua media nasional waktu itu.

1. Saat itu adalah masa panas-panasnya politik di pusat. Presiden Abdurrahman Wahid sedang didesak untuk mundur. Tokoh2 pro Amien Rais membuat pernyataan: Gus Dur=Agustus Mundur. Waktu itu Amien Rais dan kelompok klandestein orde baru sedang gencar mengggalang kekuatan untuk menghabisis kekuatan Gus Dur. dan Kami, para aktivis IAIN adalah dedengkot PMII. Anda tahu, PMII adalah badan otonom milik NU, tentu saja menjadi pendukung Gus Dur. jadi, partai PPP, ormas Muhammadiyah, dan lain-lainnya yg secara politik anti Gus Dur waktu itu, ikut bergabung dalam FPI yg programnya menghabisi pendukung Gus Dur. Anda tahu juga, betapa kerasnya FPI jika memaki-maki Gus Dur.

2. di Jogja, NU tidak mayoritas. sehingga kekuatan NU yg lemah, yaitu PMII, gampang dihabisii. maka sasaran FPI yg mudah untuk menjatuhkan GUs Dur adalah dengan membuat kocar-kacir barisan PMII. Pola ini mirip dengan kudeta Soeharto atas Presiden Soekarno. dengan dukungan intelijen Amerika, CIA, TNI AD dipimpin SOeharto menghabisis seluruh pendukung Soekarno dalam arti fisik maupun politik. PKI difitnah sebagai pemberontak lalu dibasmi. Sedangkan NU disingkirkan secara politik. Dimusuhi melalui operasi buldoser Ali Mutopo.

3. Karena pendukung Gus Dur adalah NU, maka semua yg terkait NU harus digembosi, dihabisi. FPI menggunakan jargon Islam, sehinggga akan terjadi “Islam melawan NU”. ini digunakan FPI untuk mencari dukungan dari kaum wahabi, yg dalam peta politik ada di Muhamamdiyah, MMI, Laskar Jihad, dll

38 comments to Ichwan NM Kutho: Pengalaman saya dengan FPI

  • heru

    Suwun Mas, atas sharingnya….weh jadi melek pikiran dan mataku. Thanks a lot. Hal ini mengingatkan saya akan saran pembimbing rohani saya, beliau bilang, Do not fear, fear makes you paralyze (jangan takut, ketakutan membuatmu lumpuh tak berdaya). Saya setuju mas dengan jalan yang Anda tempuh yaitu mensharingkan pengalaman ini. Pengalaman Anda membuat banyak orang untuk bangkit dan tidak takut di bawah ancaman dan makian orang-orang bodoh (FPI). Thanks God.

  • PENDEKAR KEGELAPAN

    FPI tidak pantas hadir di bumi Nusantara yang prularis dan memegang prinsip Bhineka Tunggal Ika………semoga semakin banyak sharing seperti yg mas uraikan, supaya ormas macem begini segera lenyap dari bumi Nusantara

  • chaerudin

    saya jg pernah punya pengalaman dg ormas tsb, ktk bulan puasa d th 2005 saat itu saya bkrj d perusahaan swasta d daerah tomang. tiba2 datang 2 org dgn membawa surat yg isinya meminta THR kpd perusahaan, tanpa pikir2 saya brkata pd mereka ‘saya yg bekerja di sini saja blm dpt THR n tdk meminta, knp anda yg tdk kerja meminta THR pd perusahaan ini??? dgn kata2 kasar mereka membentak saya ‘ini wilayah gw (FPI) n lo ga usah banyak bacot, kasih ja ma bos lo. itulah wajah ormas yg mnggadaikan agama u kepentingan perut mereka.

  • rito

    Memang kalau dilihat dari cikal bakal berdirinya FPI, dibekingi aparat.
    Semoga kejadian ini bisa membuka mata semua orang tentang FPI.

  • patriot

    Trima kasih infonye gan….
    Mudah-2an masyarakat juga baca situs nih….

  • justice

    Susah juga kalo ada bekingan,,
    Masyrakat gak bodoh, kalau pmrintah ttap bersikeras mmpertahankan FPI, saya yakin, d jaman pmrintahan pak SBY, indonesia akan trpecah belah,,lebih memilih memisahkan diri dari indonesia,, dan brgabung dgn negara lain yg lebih mnjamin hak2 masyarakat, menghargai ragam adat (yg mw d musnahkan FPI), dan banyak hal lain yg lebih menguntungkan,,

    Yah, semoga saja pemerintah membuka mata lebar-lebar untuk masalah ini.Indonesia ini negara heterogen,,

  • Munarboy

    Gak usah pada banyak bacot ya! Kalo memang berani sama FPI sini dateng ke Petamburan. Antek-antek Amerika aja kalian semua itu.

  • nis2

    thank you sharenya ya mas..
    btw, yg ngaku dr petamburan ini, di dunia maya dan di lapangan sama aja ya isinya.. kasian. hidup sekali dipenuhi amarah, benci, permusuhan, gebuk2, dll.. kasian

  • duf

    Saya pemeluk agama Islam…
    Dari namanya Front Pembela Islam…
    Atas nama siapa yah mereka itu berkerja..
    Islam tidak perlu dibela kok…
    Bekerja utk kepentingan habibnya? Sponsornya?penyandang dananya?

  • dna cinta

    Dari sepak terjangnya fpi dapatlah ditarik kesimpulan bahwa organisasi liar ini tidak tahu hukum dan otaknya masih berada dalam suasana abad ke-7 masyarakat arab. Sayangnya pemerintah tidak punya nyali mengebiri organisasi anarkis yang merampas ketenteraman rakyat ini.

  • MAH

    ini ceritanya tentang UIN JOgja atau perseteruan PMII dan FPI sih? terus terang banyak yang masih terasa janggal. kalo saya tidak mo terlibat dalam urusan kepentingan itu-lah

  • lila

    Cerita tentang FPI koq kesimpulannya tentang Amien Rais Vs. Gus Dur… Muhammadiyah Vs. NU???? aneh????

  • iwntr

    @illa…mmg byk hal aneh yg terjadi di negeri ini.. ini bukan muhamadiyyah vs NU tapi Amien Rais sbg politisi vs gusdur yg mayoritas voternya dari NU, inget amien rais salah satu pendukung naiknya gusdur jadi presiden, ttp juga salah satu yg mendukung pemakzulan gusdur sbg presiden. Coba dibaca lagi sejarah saat gusdur jadi presiden yg banyak gejolak itu…

  • MAH dan LILA : saya hargai statemen Anda, tetapi dibaca lagi dari awal ya, bahwa itu bukan perseteruan NU dan Muhammadiyah, tetapi FPI berhasil menghasud Muhammadiyah untuk menyerang NU, kebetulan basis PMII itu adalah anak muda NU yang sedang berkuliah di UIN Jogja.

  • Krebo

    Gus…

    Salam kenal dari surabaya.

  • abol

    yang coment di atas adl orang2 kafir

  • briziek

    Biar kafir yg pntng gusti alloh sayang aku, gak sprti sampean ngrasa org suci pdhal klakuan kyk setan alas..

  • gus dul

    @abol: man kaffaro muslima fa qod kafarro.

  • kawan di seberang

    Sayang sekali deskripsi peristiwa kekerasan yang terjadi harus ditutup dengan poin-poin berupa tudingan soal konflik antara kubu Gus Dur dan kubu Amien Rais, sehingga NU dan Muhammadiyah segala.
    Tentu saja kita mahfum segala sesuatu tidak sehitam putih begitu. Mendiang Gus Dur bukanlah manusia maksum yang lepas dari salah. Apa yang dianggapnya baik, mungkin dianggap kurang baik oleh Amien Rais. Sayangnya, karena sedang berkuasa Gus Dur pun ngotot dengan pendapatnya.
    Manuver-manuver politik Gus Dur ketika itu juga sangat mengganggu. Terlepas dari soal baik-buruknya, tetapi tidak perlulah dengan begitu serta-merta yang kontra dengan Gus Dur dianggap sama rata saja.
    Tentu saja ada betulnya juga Amien Rais ketika mendesak Gus Dur mundur, tetapi kita juga tidak naif, kalau banyak kepentingan yang mendompleng.

    Dan, intinya, urusan politik dan berbagai tekanannya, tentu saja tidak bisa disama-ratakan dengan perilaku beringas dan biadab segolongan yang mengaku muslim.

    Kalau Anda sudah bisa kritis seperti di atas, seharusnya juga lebih mawas diri dan kritis ke dalam juga, dan menghindari ‘tudingan-tudingan’ yang belum tentu benar sehingga bisa terjadi ghibah (kalau ternyata benar) dan fitnah (kalau ternyata salah). Salam.

  • sub

    Wduuuh hdp sX jgn pd ebuk2an y inget islam adl agama ronmatal lil ‘alamin gk d kkrsn dlm islam mari brtbat saudraq smua

  • goblok

    kalo fpi berani.demo nazarudin, gayus, dan koruptor lainnya, baru dah saya merasa dibela…
    apa lagi kalo mereka sampai menerapkan hukum pancung ama koruptor.. wuihh mujahid bgt dah.. tapi ko mereka ga pernah demo koruptor ya.. apa karena korupsi itu bukan perbuatan maksiat ya, ga ada dalilnya kali dari ulamanya mereka.. ???????!
    buat yg dari petamburan, klo berani elu aja yg dateng ke israel.. ikut jihad… berani ga????

  • anti fpi

    FPI berani melakukan kekerasan karena :
    1.Rame-rame alias gak punya nyali.
    2.Ada Bekingan.
    3.DiBiarkan Oleh pemerintah.
    4.Urusan Perut..alias takut mati kelaperan trus masuk
    neraka…nah loohh..
    Ingat kita ini negara indonesia..,bhinneka tunggal ika hrs dijaga. Jangan biarkan dipecah atau dihasut oleh pihak2 spt FPI yang mendomplengi Islam. Karena Islam itu membawa Kedamaian.., Kita punya Agama dan Jatidiri sbg Bangsa Indonesia, junjung tinggi kebudayaan Nasional jangan sampai terjadi Arabisasi.

  • ss

    FPI jelas2 ormas anarkis, dan masih bisa bertahan sampai sekarang jelas karena ada yg membekingnya. Sudah saatnya Indonesia bebas dari perkumpulan2 anarkis demikian, karena rakyat sdh makin pintar dan tidak mudah dibodoh2i lagi…

  • sedemir

    Saya muslim. Prinsip islam juga sederhana menindak lanjuti kekerasan kayak FPI. Ini murni kriminal tidak usah dibawa bawa ke ranah lain (walaupun mungkin ada hubungannya).

    Tindakan kriminal ya di proses secara verbal. Masalahnya polisi bisa apa kalao betul yang baking Jendral hehehehe

  • Maryono

    Saya pernah bergabung dgn FPI Petamburan Jakarta, awalnya saya pikir bahwa di organisasi ini saya dapat semakin dalam mempelajari Ilmu agama dan menegakkan Syariat Islam dengan benar, akan tetapi ternyata pratek dilapangan jauh berbeda… anggota FPI menjadi semacam serdadu bayaran untuk membuat kekacauan atas order pihak2 tertentu, memeras cafe, toko dll bahkan merusak khususnya bagi mereka yg tidak ada uang kordinasi, uang jago atau uang keamanan… Jadi akhirnya saya dan beberapa teman memutuskan untuk keluar dari FPI kaena muak dengan ulah dan tingkah para Habib yang mata duitan dan perempuan…Semoga pemerintah lebih punya nyali untuk bertindak tegas “Membela yang benar dan menegakkan yang lurus”…

  • sarkam

    Kalo kejadian seperti ini terjadi di jawa Timur..kami tidak tinggal diam….Kami berangus markas FPI…

  • agus

    oi Maryono,

    di mana rumah ente ?

  • sapto

    cuma binatang yg tidak mengerti kasih sayang

  • Oi Agus,

    Kalau rumah ente di mana?

  • iman

    wahh.. kok pada ribut’ setahu saya islam ditinjau dari akar katanya kan “DAMAI” Tapi ini kenapa pada ribut?

  • amelias

    oo saya jadi tau, andatuh si pembela gay, homo dan bencong itu yah? panteslah

  • Moch Majid

    Assalamualaikum Wr Wb Islam itu agama yg sejuk dan cinta damai saudaraku. Tapi kalau ada orang yg memakai atribut islam dan takbir dengan memakai kekerasan untuk menyelesaikan masalah itu bukan ciri orang islam, melainkan orang tersebut virusnya islam. Dia itu mengaku umatnya nabi besar Muhammad SAW, nabi itu tidak punya/tidak mengakui umatnya yg memakai kekeraslan saudaraku. Ciptakan di bumi Alloh ini dengan ramah, sejuk, senyum, toleransi dengan hamba Alloh yg lain ini.Bukan memakai senjata, melainkan dg musyawarah.

  • Hapip

    ceilah ikhwan. anjirrrr…pendapat lo mantap.
    kalo lo jadi presiden yang bisa gantiin gus dur, gua pasti dukung elu. gua rindu banget sama sosok gus dur. mudah-mudahan ada dalam dirimu.
    #tapi mata lo gua colok dulu, biar persis.

  • jin dan syetan

    superkoran.net samadengan jin dan syetan. provokator umat manusia untuk saling serang. coba pahami oleh kalian isi postingannya???…

  • bokirkribo

    FPI = “PREMAN” bersurban

  • Habib Albasri

    buat mas Gus. ormas yang anda ikutin itu adalah setan bersorban putih. apa kamu sadar ga pada saat kalian bertindak setan dan iblis pada gembira bahwa ada banyak calon pengikut mereka di neraka jahanam. makanye jangan lebay bawa-bawa agama tapi mau menegakan dengan cara yang mungkar. Lo jangan mau dijajah oleh para keturunan arab yang di negerinya ga ada kerjaan. mending lourus kerja aja mas Gus. atau datang aja ke Kalteng tapi FPI ga bisa dididkan disana. itu menurut berita yang saya baca. Maklum orang DAyaknya sakti-sakti deh.

  • Waras

    Agama islam itu agama setan, akan hancur dengan perbuatannya sendiri,
    saat mereka kehabisan musuh diluar islam, mereka akan saling membunuh
    sesama mereka sendiri sampai habis tak bersisa.

  • aaaaa

    @atas gw, setuju masbro

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>