Sejak Jan 2012

Tolong Klik LIKE

Cara Kirim tulisan

Tulis dulu tulisan anda di Word atau di word processor apa saja, jangan di format, cukup diberi paragrap saja.
Lihat kolom paling atas; LOGIN: dengan User Name: Tamu dan Password superkoran - setelah itu anda akan bisa melihat kotak untuk mengisi tulisan. (kotak kanan atas)
Copy tulisan anda dan Paste di kotak tsb dan beri judul dan tekan SAVE. Tambahan: Setiap tulisan hendaknya diberi TITLE dimulai dengan Nama Penulis + judul Tulisannya. Tanpa nama penulis, dengan sendirinya tidak jelas siapa yang menulis dan tulisan tidak bisa diterbitkan. TIAP ORANG HANYA BOLEH MENGIRIM TULISANNYA SENDIRI

Daftar tulisan

Frans Donald: Telanjang yuk……!

Pembaca: 1271

Melalui yahoo.com, kita ketahui bahwa di Jamaica beberapa waktu lalu diselengarakan pernikahan tanpa busana (telanjang) oleh beberapa pasangan. Entah apa motif dari pasangan-pasangan yang memilih merayakan upacara pernikahan dengan tanpa busana itu, namun bagi saya hal itu sungguh ada nilai sisi-sisi bagusnya. Banyak orang mencerca pernikahan telanjang tersebut, dibilang “calon penghuni neraka”, “tak bermoral”, “manusia terkutuk”, dsbnya.

Bagi orang beragama monoteisme (Yahudi-Kristen-Islam), berani telanjang di depan umum seyogyanya (seharusnya) justru menjadi symbol kesucian manusia, dan bukan sebaliknya, apalagi sampai dituduh tak bermorallah, calon penghuni nerakalah, dsbnya, yang mana hal semacam itu adalah salah kaprah, sobz!

Mengapa salah kaprah? Jawabnya adalah: Dalam kitab suci monoteisme, ketelanjangan Adam-Hawa yang tanpa rasa malu setiap hari berjalan-jalan ke sana kemari di taman Eden (tentu saja dengan pisang ambon si Adam yang senantiasa gondal-gandul serta papaya segar si Hawa yang kental-kentul) sejatinya adalah symbol manusia yang suci (di Taman Eden , sebelum makan buah terlarang, Adam-Hawa telanjang dan tidak ada rasa malu), sementara malu dan takut ketika telanjang, adalah symbol bahwa telah melakukan kejahatan (pasca makan buah terlarang alias melakukan sesuatu yang telarang, Adam-Hawa menjadi malu atas ketelanjangannya).

 

Dalam mitos Kitab Kejadian: “Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. … Lalu Tuhan Allah memberi perintah kepada manusia: Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya….Mereka keduanya telanjang, manusia itu dan istrinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu. … Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.”

 

Sobz…Ketelanjangan tanpa rasa malu, adalah simbol penghuni taman surga (Eden), bukan symbol penghuni neraka. Sementara ketelanjangan dengan rasa malu adalah symbol telah adanya kejahatan. Inilah kerygma (pesan) yang sejatinya harus dipahami.

 

Para penyelenggara (pemerintah) Negara, termasuk Indonesia, hampir pasti selalu saja tidak berani telanjang di depan rakyatnya. Mereka kerap berdolak dalik dalam berbicara dan bersikap, jauh dari transparan apalagi telanjang. Mengapa? Jawabnya adalah: sebab mereka telah makan buah larangan, yakni sering menipu rakyat, menginjak-injak hukum negaranya sendiri, mengencingi undang-undang dasarnya sendiri, menghina konstitusi Negara, serta menipu dirinya sendiri.

 

Pejabat negeri sering makan buah larangan bukan hanya sejak menjadi pejabat tingkat nasional, tetapi bahkan sejak tingkat RT atau kelurahan. Salah satu pengurus RT di daerah saya, pernah bermasalah terkait penyalah gunaan dana dan selanjutnya ketika diusut mereka malu tuk telanjang. Juga kelurahan di daerah saya, ketika mengetahui bahwa warga RT tempat tinggal saya akan mendapat bantuan dana pembangunan jalan sebesar kuranglebih Rp. 15 juta dari program pemerintah, tanpa segan-segan kelurahan minta jatah Rp. 500 ribu dengan alasan buat operasional, tetapi mereka malu untuk mengakuinya dengan telanjang. Itu baru contoh kecil kebiasaan makan buah terlarang. Teman saya, pak Handy Bataya, pernah dijanjikan dapat peluang proyek dari walikota Semarang oleh seseorang bernama Frans G, tetapi untuk bisa ketemu dengan pak wali yang ngganteng berkumis itu, sebelumnya teman saya harus membayar Rp. 3 juta dulu ke kantong si Frans G itu guna pelicin. Hahaha…. Ini baru level rendahan lho coy…. (bayangkan betapa tak terhitung banyaknya jumlah angka nol di belakang angka tertentu, yang bertaburan seputar dunia para pejabat negeri ini di level atas-atas, guna sebagai pelicin), dan tentu saja orang semacam itu tak berani telanjang, mereka memakai banyak cawat guna menutupi auratnya.

 

Setiap hari rakyat didustai atau digombali oleh penyelenggara negeri ini. Sebagian orang suka dengan gombal-gombal itu. Padahal jelas perilaku Pemerintah kepada rakyat jauh dari aplikatif dan implementatif terhadap Undang-Undang Dasar dan Pancasila yang adalah fondasi dan “perjanjian suci” negara kesatuan ini dibentuk. Simbol-simbol kemewahan dan penciptaan kesenjangan sosiallah yang setiap hari dipamerkan dan dibangun makin lama makin tinggi, membentuk jurang yang sangat dalam dan tembok yang terus menjulang meninggi antara si kaya dan si miskin. Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia diinjak-injak, Kemanusiaan yang adil dan beradab sudah bak dianggap sampah dan dibuang jauh-jauh “ke laut aja” (hmm.. padahal laut adalah sumber kekayaan negeri yang harus dikelola dengan baik dan tidak layak menjadi tempat sampah pembuangan. Pesan Sujiwo Tedjo: kalau mau buang sampah seharusnya ke DPR aja dan jangan dibuang ke laut ya…).

 

Partai Demokrat yang berhasil menjadi partai penguasa Indonesia 2 periode, akhir-akhir ini pun terkuak sudah sebagai Partai Dusta (partai yang dipimpin-digerakkan oleh para penipu besar). Banyak kader Demokrat yang kini nyata penipu besar. Kebobrokkan sepak terjang Susilo Bambang Yudoyono membuahkan kader dan anak buah yang bejad-bejad. Baru-baru ini pula yang sempat mengejutkan banyak orang, Angelina Sondakh, sang mantan puteri Indonesia itu, yang cantik penuh kharisma, sangat cerdas, intelektual, calon doctor, ternyata adalah penipu besar. Angie sang mantan puteri itu lebih hebat dari Sally yang bergelar si penipu cantik atau pun Melinda Dee si perampok cantik. Banyak orang terperangah, seolah tak percaya….Angie oh Angie…Angieku sayang Angieku malang….

 

Memang sulit percaya atau sanggup menerima kenyataan ketika sang pujaan ternyata penjahat. Bayangkan jika ada yang bilang dan bisa membuktikan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudoyono dan istrinya yang sangat santun itu ternyata penjahat besar yang tak kalah jahat dari Soeharto dan antek-anteknya, apa anda mau percaya? Juga Anas Urbaningrum sang ketua umum, tokoh santun dan agamis yang pernah memegang berbagai jabatan penting di organisasi keagamaan Muhammadiyah, jika kini berbagai fakta akhir2 ini menunjukkan bahwa ia ternyata adalah penjahat, mafia dan perampok besar, banyak orang yang tak percaya atau tak rela menerima kenyataan itu, termasuk saya juga sempat terkejut! Lantas apakah mereka berani telanjang terhadap buah terlarang yang sudah mereka makan? Tentu saja tidak, mereka beserta kawanannya malu, malu sekali, sehingga mereka terpaksa menggunakan beragam jurus mabok mengenakan aneka ragam cawat (penutup aurat) berbentuk gelombang dusta-dusta yang dikemas dalam pelbagai cara.

 

Ariel, Luna Maya, Cut Tari. Ketiganya telah telanjang ria di depan kamera si Ariel yang nakal, tapi kita saksikan kemudian, ketika melalui jasa seseorang yang iseng, video ohoh-ohoh yang aduhai  itu terbongkar ke publik hingga ke seluruh dunia, ternyata selanjutnya hanya Cut Tari yang berani telanjang pula di depan dunia, meski dengan berat hati dan tangis sesengukan didampingi Hotman Paris, mengakui bahwa memang dialah sang aktris cantik nan seksi yang bergeliat-geliat penuh nafsu di video mesum yang meledak tersebut. Hmm…salut deh buat Tari….udah cantik berani telanjang (terbuka, terus terang) pula! Salut pula pada sebagian diri Mindo Rosalina Manulang, ia sudah makan dan berjualan apel malang dan apel Washington dengan Angelina Sondakh dan kawan-kawannya, tetapi Angie malu dan tak berani telanjang, sementara –sebagian diri- Mindo Rosa berani telanjang, menelanjangi dirinya sendiri dan menelanjangi kebobrokkan partai penguasa.

 

Frens…. Seorang sahabat saya punya ide yang ingin dilakukan. Sebut aja inisialnya si D. Si D ini ingin berdemo dengan cara telanjang bulat di depan istana Negara dan di depan gedung DPR, sebagai symbol teguran keras agar Presiden dan jajarannya hendaklah senantiasa jujur terbuka, menjunjung tinggi kemurnian, tanpa dolak-dalik, tanpa politik busuk, murni, telanjang, berhati bersih, seperti bayi… juga seperti Adam-Hawa (pra makan apel terlarang) yang telanjang namun tak ada rasa malu sedikitpun, sebab tak berbuat salah, tak memakan buah larangan.

 

Niat si D sejatinya luhur. Niatnya seperti Nabi Yesaya yang pernah oleh Tuhan disuruh tampil telanjang di jalan-jalan laksana orang gila di depan umum, guna memberi suatu pesan (kerygma) yang tegas dan keras. Sebuah pesan (kerygma logos) yang menemplak Yehuda agar tidak bersekutu dengan Mesir. Mungkin teman saya si D hendak demo telanjang di depan istana Negara juga diperintah Tuhan, atau mungkin keinginannya sendiri, yang jelas nuraninya baik, murni dan tulus, hendak menemplak keras para pejabat negeri yang penuh kejahatan-kepalsuan-kebejadan ini. Si D ingin mengingatkan sang Presiden dengan jajarannya dengan cara yang radikal dan ekstrem. Si D ingin menyampaikan pesan tegas dan keras: wahai saudaraku pak presiden dan jajarannya, janganlah kalian takut tuk telanjang (jujur terbuka) dalam memimpin negeri ini, atau kalian takut telanjang karena kalian sudah benar-benar menjadi seperti Adam-Hawa yang takut dan malu berat sebab kalian (serta segenap keluargamu) telah setiap hari hidup dari memakan buah terlarang?! Tapi sayang, atas pertimbangan jangan sampai ditangkap aparat yang keparat dan kemudian dijebloskan penjara sehingga anak istrinya nanti terlantar, maka si D rupanya masih menunda niat sucinya itu sampai waktu yang belum pasti.

 

Frens… saya, si pemikir bebas yang baik hati dan agak gila ini, juga suka dengan ketelanjangan, itu sebabnya bagi yang sering membaca berbagai note-note saya, akan menjumpai hal-hal  ketelanjangan mengejutkan (bahkan sebagian mendebarkan) terkait dogma-dogma agama yang penuh kepalsuan…  dan pelbagai ketelanjangan itu, memang dianggap najis-kurangajar-tak bermoral oleh kaum dogmatis, sebab saya acap membongkar aurat (kepalsuan) dari dogma-dogma, seperti misalnya: Tuhan trio monoteisme adalah Tuhan yang hanya konsep bikinan manusia, Tuhan versi trio monoteisme adalah Tuhan yang bak psikopat, Tuhan versi trio monoteisme adalah Tuhan yang layak diturunkan dari tahtanya sebab ia terbukti gila hormat, selalu haus sanjungan dan pujian serta sewenang wenang dan melanggar HAM, Tuhan versi monoteisme adalah Tuhan yang bak sakit jiwa sehingga suka menciptakan permusuhan, Tuhan yang membuat neraka (tempat siksaan kekal yang sangat sadis) adalah Tuhan yang psikopat alias sakit jiwanya, doktrin tentang sunat adalah adopsi dari ajaran mesir kuno, cerita isra miraj adalah dongeng, natal 25 Desember  adalah berasal dari ajaran kafir, dsbnya, dan masih banyak lagi….

 

Orang sering bertanya padaku, mengapa kok bisa berani menelanjangi dogma-dogma, dan jawabku: Aku berani dan sanggup melihat kuman di seberang lautan sebab aku sudah terlebih dulu berani menyingkirkan gajah bengkak di depan mataku sendiri. Sebelum aku berani melihat selumbar dalam diri orang lain, aku sudah lebih dulu merelakan hati tuk berani mengakui dan menepiskan balok di pelupuk mataku sendiri. Aku adalah orang baik, jenius, cerdas, tapi aku juga adalah pendosa, binatang jalang, gila, penyakitan, keturunan dari penjahat, seorang yang kafir, miskin harta…dan juga seperti ustadz Solmed dan istrinya: ngentutan! (menurut pengakuannya yang jujur di acara Hitam Putihnya Dedi Corbusier, ustadz Solmed dan April istrinya kadang saling mengentuti, duuuuttt….) eh, dalam hal yang terakhir disebut, anda juga sama khan? Hayooo ngakuuuu…… hahaha…

 

Sering orang mengataiku sebagai tidak sopan, tidak santun, tidak elok, dan aku tak menyangkalnya sebab kalau dilihat dari norma kesopanan versi tertentu mereka benar, aku memang (sejak mendapat pencerahan Tuhan) tak terlalu peduli atau tertarik lagi dengan busana atau burka atau kondom-kondom bernama kesopanan atau kesantunan atau keelokkan yang sering terpaksa dipakai banyak orang untuk menutupi rapat-rapat kemunafikannya atau menutupi auratnya yang dianggap menjijikkan, sebab aku lebih suka ketelanjangan…apa adanya, tanpa basa-basi …!

 

Seorang kawan menyebutku sebagai seorang parrhesiast. What is parrhesiast? Begini sobz, ketika Anda secarabebas berkata benar terhadap suatu kenyataan dan atau segala sesuatu, baik negative maupun positif ataupun netral, maka anda adalah seorang parrhesiast alias truth teller sejati.

“Ketika anda berkata jujur terhadap sesuatu maka anda dapat menolong diri anda dan orang lain”-Michel Foucault (1926-1984)

 

Bagaimana dengan kamu-kamu sobz, ada yang mau telanjang terhadap something wrong or something right, either concerning your self or others?

 

Ayolah, ini era keterbukaan, ketelanjangan, guys. Dunia maya (internet) adalah tangan Tuhan yang mendukung kita-kita yang mau telanjang. Zaman dulu membongkar kebusukan agama atau pun kebobrokkan penguasa, atau ekspresi menelanjangi diri sendiri, menjadi hal yang sulit, tapi kini peluang itu terbuka dalam dunia digital dan internet ini. Makanya, sekali lagi, untuk mengisi era ketelanjangan ini, ayo, kita manfaatkan internet juga biar ngga ndeso….!

 

Selamat hidup dalam surga bagi yang mau (berani) telanjang!

 

Salam dariku….

Sang Penjahat Kecil

 

4 comments to Frans Donald: Telanjang yuk……!

  • Estafet drpd Telanjang

    Kita harus bangga paling tidak presiden SBY sudah telanjang di depan mas Anas dan ning Engie secara vulgar mengajar bagaimana melestarikan korupsi di negri ini untuk generasi mendatang. Selamat untuk mbak Angie dan mas Anas semoga korupsinya tambah sukses kelak mampu melewati eyang Harto sang pahlawan korup dan Bapak SBY presiden korup. Anak murid harus lebih pintar dan bisa mengembangkan lebih dari gurunya. Selamat aja deh buat mereka!! Aku mau nyetop juga kagak bisa!!

  • Kaum nudist

    bravo Mr. Frans Donald tulisan yang brillian cuma sedikit kritik apa iya Tuhan dari Trio agama monotheistik semuanya seperti yang anda tuduhkan, ada lho yg satu yang beda, tapi ya overall tulisan bagus, soal telanjang sih saya juga lebih suka telanjang kalo mijit walaupun disediakan celana pendek xi..xi..xi…

  • Eman

    Top markotop Mas Frans Donald yang berani ‘telanjang’ dan ‘menelanjangi’ orang lain.
    Kalo dipikir-pikir, orang-orang yang tidak punya malu walaupun berpakaian lengkap itu, mungkin masih membawa ingatan dalam bawah sadarnya sebagai keturunan Adam dan Hawa ketika masih belum jatuh ke dalam dosa. Jadinya malu kalo telanjang atau ‘ditelanjangi’, tetapi tidak malu untuk berbuat yang memalukan gitu.

  • Wong_Ma_Lang

    Kita sbg bangsa Indo harus berbahagia karena bpk presiden kita SBY telah mampu mendidik generasi penerus estafet korup bagaimana caranya tidak telanjang tetapi terlihat telanjang (jujur di depan rakyat). Salut sama mas Anas, Nazaruddin, mbak Angie dan masih banyak lagi kader muda PD telah berhasil menjadi pemimpin masa depan yang korup. Selamat bagi kaum muda PD semoga kalian lebih hebat dari eyang Harto dan bpk SBY. Selamat!!

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>