Sejak Jan 2012

Tolong Klik LIKE

Cara Kirim tulisan

Tulis dulu tulisan anda di Word atau di word processor apa saja, jangan di format, cukup diberi paragrap saja.
Lihat kolom paling atas; LOGIN: dengan User Name: Tamu dan Password superkoran - setelah itu anda akan bisa melihat kotak untuk mengisi tulisan. (kotak kanan atas)
Copy tulisan anda dan Paste di kotak tsb dan beri judul dan tekan SAVE. Tambahan: Setiap tulisan hendaknya diberi TITLE dimulai dengan Nama Penulis + judul Tulisannya. Tanpa nama penulis, dengan sendirinya tidak jelas siapa yang menulis dan tulisan tidak bisa diterbitkan. TIAP ORANG HANYA BOLEH MENGIRIM TULISANNYA SENDIRI

Daftar tulisan

Bernard Agapa: Stigma Makar dan Separatis Ancaman Serius Untuk Orang Papua

Pembaca: 437

Kata makar dan separatis bukan hal baru dalam pengalaman Orang Papua. Aksi apapun yang digelar di Papua dalam rangka menuntut keadilan atas hak-hak dasarnya sebagai manusia dan warga negara (kolonial) selalu saja mendapat tantangan dari aparat penegak hukum. Seakan-akan negeri ini bukan penganut paham demokrasi. Kata demokrasi yang seharusnya menciptakan ruang gerak bebas bagi setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi dan mengekspresikan diri ternyata hanyalah sebuah slogan semata.

Slogan demokrasi ternyata tak menjamin kebebasan rakyat di Tanah Papua. Setiap kali mereka ingin menyampaikan aspirasinya, menuntut keadilan atas kesadarannya sebagai warga negara yang tak mendapatkan perhatian dari pemerintah, malah mereka mendapat jalan buntu.

Kebuntuan ini adalah pengaruh dari pemahaman akan istilah negara Indonesia adalah negara hukum di samping demokrasi itu. Aksi atas dasar demokrasi dibungkam atas dasar penegakan hukum. Lagi-lagi kata makar dan separatis menjadi senjata pamungkas pembungkam suara Orang Papua. Stigma makar dan separatis selalu menjadi ancaman serius bagi Orang Papua yang ingin menyampaikan aspirasinya secara damai kepada NKRI.

1 comment to Bernard Agapa: Stigma Makar dan Separatis Ancaman Serius Untuk Orang Papua

  • syahrezaangkasa

    Menarik pada stigma ini. bahwa semua mungkin kesalahan bangsa ini dalam melaksanakan demokrasi, dan apakah nasionalisme yang kita andalkan itu membuat kita berpenghasilan? who knows!

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>