Sejak Jan 2012

Tolong Klik LIKE

Cara Kirim tulisan

Tulis dulu tulisan anda di Word atau di word processor apa saja, jangan di format, cukup diberi paragrap saja.
Lihat kolom paling atas; LOGIN: dengan User Name: Tamu dan Password superkoran - setelah itu anda akan bisa melihat kotak untuk mengisi tulisan. (kotak kanan atas)
Copy tulisan anda dan Paste di kotak tsb dan beri judul dan tekan SAVE. Tambahan: Setiap tulisan hendaknya diberi TITLE dimulai dengan Nama Penulis + judul Tulisannya. Tanpa nama penulis, dengan sendirinya tidak jelas siapa yang menulis dan tulisan tidak bisa diterbitkan. TIAP ORANG HANYA BOLEH MENGIRIM TULISANNYA SENDIRI

Daftar tulisan

Kanjeng Pangeran Karyonagoro: Haji

Pembaca: 20040

Ketika tertulis nama saya dengan H. Kandjeng, maka banyak orang menjadi segan dan kagum pada saya. Dan ketika saya cantumkan gelar haji pada plank merk toko saya, “Toko Obat Pak Haji Kandjeng”, maka pembeli datang berduyun-duyun ke toko saya. Maklum yang namanya Pak Haji tidak mungkin berbohong.

Peci Haji

Ini juga berfungsi agar orang tahu bahwa saya sudah seorang haji. Asal melihat peci saya, orang langsung percaya. “Hmm…. Pak Haji Kandjeng itu bisa dipercaya. Dia kan sudah Haji. Pasti dia taat dan tidak mungkin dia berbohong. Dan dia juga pasti tahu soal agama. Bukankah begitu Pak Haji Kandjeng?”

Kalau peci haji sudah saya pakai, tapi anda masih juga memanggil nama saya seperti biasa, wah … itu anda sudah keterlaluan. Saya tidak akan marah. Cuma dalam hati saya akan mengutuk anda. Dan tentu anda bisa lihat perubahan ekspresi wajah saya bukan?

Bisnis Naik Haji

Tentu anda sudah tahu berapa mahalnya ongkos naik haji ke Mekkah.Tapi pesanan tiket untuk naik haji tetap saja laris manis setiap tahun. Kenapa mahal? Ya saya sudah maklum, tentu banyak biaya yang dibutuhkan untuk menerbangkan seorang Kandjeng sampai ke Mekkah. Dan setiap petugas, instansi Pemerintah, biro, travel, dan entah apalagi, tentu harus diberi keuntungan dari keterlibatan mereka. Kasihan mereka sudah lama menyusun strategi bagaimana mereka bisa mengeruk keuntungan dari ibadah yang suci ini setiap tahun.

Dan saya pun juga tidak akan tinggal diam. Saya pun membawa produk-produk saya untuk dijual nanti setelah tiba di Mekkah. Dan menjelang pulang saya pun juga akan memborong barang-barang yang ada di sana, untuk juga saya jual di kampong saya. Maklum namanya barang-barang dari Mekkah kan suci, tidak sama dengan barang-barang lain di luar tanah Arab. Jadi orang pasti berebut ingin membelinya. Jadi saya dapat dua keuntungan, keislaman saya sudah sempurna dan bisnis saya pun juga semakin menggila.

Ongkos Naik Haji

Karena minta ampunnya mahalnya ongkos naik haji, saya terpaksa menjual harta benda saya yang ada. Bila perlu saya menggadaikan sawah ladang saya. Maklum saya kan pergi ke rumah Tuhan yang terbesar di dunia (Ka’bah). Jadi apa yang saya punya di rumah tidak ada lagi artinya dibanding saya pergi naik haji. Soal anak dan isteri saya pusing begitu saya tinggalkan, ah …. Tuhan yang akan langsung memelihara mereka. Kalau saya ihklas pergi naik haji ke Mekkah (walaupun sempat bertengkar karena menjual harta benda), rezeki itu akan datang tanpa di duga-duga. Begitulah kalau saya sudah berada di jalan Tuhan.

Ingin Mati di Mekkah

Hmm .. anda belum tahu ya. Kalau di Mekkah itu yang benar dan yang batil itu benar-benar diperlihatkan oleh Tuhan. Buuuaanyak kok keajaiban-keajaiban terjadi selama saya di sana. Pokoknya kalau dipikir dengan logika tidak masuk akal. Tapi itulah kelebihannya kota SUCI Mekkah. Apalagi kalau sempat mencium Ka’bah walah…. Saya juga tidak peduli 3 orang nenek-nenek mati karena saya injak. Sudahlah tua bangka juga mau berdesakan ingin mencium Ka’bah. Kan tidak tau diri namanya.

Tapi mereka yang mati di sana itu pahalanya jauh lebih besar dari mereka yang selamat. Karena mereka mati dalam menjalankan ibadah.

Ketagihan Naik Haji ke Mekkah

Wah … benar-benar nikmat saat saya menunaikan ibadah haji di sana. Saya sering menangis karena rasa takjub akan kebesaran Islam. Akan kebenaran ajaran Islam. Tuhan benar-benar terasa saat di sana. Dan saya benar-benar merasa beriman di sana. Kalau di sini saya merasa tidak berhasil beriman. Begitu banyak masalah yang mengganggu iman saya. Walaupun kata orang saat menghadapi masalah itulah untuk membuktikan bahwa saya beriman atau tidak. Makanya saya masih ingin kembali lag ke sana. Soal yang lain juga ingin ke sana tidak terpikirkan oleh saya. Soal tetangga saya yang semakin hari yang semakin kumal dan rumahnya hampir roboh tidak terpikirkan oleh saya. Kenapa mereka tidak sukses. Salah sendiri kan. Saya menulis postingan ini juga dalam rangka mengumpulkan uang agar cukup untuk membayar ongkos naik haji. Mau ini itu yang lain-lain saya tidak ingin lagi. Pokoke Mekkah I Love You!

RENUNGAN

Sebenarnya ketika pikiran saya lagi jernih, ketika kesadaran saya sedang bagus, saya tahu itu semua seperti pesta budaya. Seperti Karnaval sosial. Hingar bingar kolosal.

Mana mungkin soal iman bisa diukur dari semua itu.
Ziarah ke Mekkah itu kan dalam rangka melihat jejak sejarah. Bahwa di situlah tempat munculnya Islam. Tempat kelahiran Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Betapa perjuangan mereka sangat berarti untuk peradaban moral (ahklak) manusia. Yang hidup beriman pada Tuhan. Agar hati saya tersentuh dan bertambah rasa keimanan saya. Itu kuncinya.

Tapi dibalik semua itu, yang terpenting bukanlah ziarah fisik telah berkunjung ke sana. Tapi adalah ziarah kesadaran. Dari hidup yang hanya sibuk memburu materi ke hidup yang juga mengisi rohani. Dari hidup yang rakus menuju hidup yang bersahaja. Dari hidup yang kacau menuju hidup yang terarah. Dari hidup yang gelisah menuju pada hidup yang penuh makna. Untuk menjadi Islam. Untuk menjadi manusia yang tunduk pasrah akan kebesaran Tuhan. Dan membuktikannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari..Rahayu

17 comments to Kanjeng Pangeran Karyonagoro: Haji

  • Wardhana

    menarik untuk direnungkan..

  • Rudi

    di masyarakat kita, status HAJI menjadi jaminan kalau orang itu lebih tinggi derajatnya dari muslim biasa. sudah banyak kasus HAJI yang menjadi penipu, koruptor, bahkan HAJI yang anti toleransi. HAJI, membuat banyak orang menjual hartanya,banyak orang mengumpulkan uang dengan cara2 haram, agar bisa NAIK HAJI.

    seandainya HAJI memang menjadi jaminan iman seseorang, sama saja dengan mengatakan orang kaya pasti masuk sorga, karena orang kaya pasti mampu naik HAJI.

    ya Tuhan, kenapa pikiran mereka sedangkal itu?

  • wong ilang

    Hanya satu kata keyeeeeeen

  • wong ilang

    Keyeeeen

  • kasepuhan

    Luar biasa cerdaaas!!

  • panja

    Naik haji memang diwajibkan dalam Islam bila mampu, tetapi bila tidak membawa pengaruh yang positiv lalu apakah makna dari naik haji tersebut dibandingkan dengan biaya dan tenaga yang dikerahkan. Apakah agama menginginkan manusia melakukan suatu perbuatan yang sia sia belaka?

  • Suwondo

    Artikel yang bagus

  • sweety

    lebih baik hilangkan, anjuran naik haji dalam rukun Islam, walaupun dengan embel-embel bila mampu.
    kenapa?
    karena yang tidak mampu merasa mereka ga akan sempurna.

  • Prajitno Kusumo

    Sptnya pasal “naik haji” bg yg mampu itu pasal “diskriminatif” .. Gusti Allah itu ga mem-beda2kan umatnya smua sama dihadapan Allah hny kadar keimanan yg membedakan..
    Naik haji..itu “munggah ajine” ..aji kuwi nilai “value”..munngah iku mesti saka ngisor menduwur ..dadi sing mung wajibulyakin jadikan ainnulyakin terus haqqulyakin..brakir menjadi isbathulyakin..Rahayu 3x !!!

  • dewi

    ITULAH KEHEBATAN BANGSA ARAB DALAM BERBOHONG…KABBAH DGN HAJAR ASWATNYA MESTINYA SUDAH TERMAsuk syirik,cuma dikemas bahwa yg membangun abroham dan batu tsb yg dulunya berhalanya suku aran,dikemas sesuatu yg turun dari surga..dibuat cerita lagi yg tak kalah menarik jabal ramah adalah tempat bertemunya adam dan hawa….hebat memang cerita 2 konyol ini dipercaya dan diwariskan ribuan tahun ….bayangkan saja yahudi yg menceriterakan lebih awal sebelum quran lahir tdk menyebut sama sekali tempat adam pertama kali dan masih menjadi misteri…

    • Jimmy

      Sepertinya cuma orang Indonsia saja yg pakai embel2 titel haji dan ditonjolkan sebagai status sosial…bangsa2 lain yg naik haji tidak demikian kalaupun ada juga (seperti di Mesir) hanya utk memproteksi diri agar kelakuannya sesuai dgn ibadahnya yg sudah naik haji dan itu orang lain yg memberinya titel haji bukan dirinya sendiri seperti biasanya di Indonesia….
      sweety & Prajitno Kusumo:Bersihkanlah hati Anda jgn iri hati terhadap yg mampu haji…karena haji itu kemampuan dari segi fisik dan keuangan bukan paksaan, jadi jika tidak mampu karena salah satu alasan atau kedua-duanya, tidak ada dosa bagi Anda kecuali kalau Anda memang mengejar titel “haji”, itu lain perkara…agar Anda ketahui saja, ongkos haji mahal hanya di Indonesia saja karena banyak pungutannya sedangkan di negara2 lain tidak demikian malah dipermudah, satu hal lagi: Allah tidak punya umat seperti kata Anda yg ada manusia adalah hamba2 Allah, umat dalam bhs Arab artinya bangsa/kaum…maaf saya hanya mengingatkan.
      dewi: Jangan rasis lah dalam komentar Anda yg terlihat tendensius mengatakan bangsa Arab berbohong…jika Anda tidak mengerti sejarah jgn menerangkan sejarah….karena Ibrahim adalah kakeknya atau asal muasal bangsa Arab dan Bani Israel sedangkan kaum Yahudi adalah mereka yg keluar dari agama yg dianut oleh Bani Israel ialah agama Islam yg diturunkan Tuhan kpd Ibrahim diteruskan oleh Ishaq, Ya’kub dan seterusnya hingga sampai kpd Isa dan Isa adalah penutup nabi Bani Israel dan dari keturunan mereka…kemudian risalah Islam Allah pindahkan kpd bangsa Arab yaitu Muhammad keturunan Ibrahim dari anaknya Ismail sebagai penutup para nabi2 yg diutus Allah dgn kitab Al Qur’an sebagai pedomannya…kareana dari dahulu hingga Muhammad yg allah turunkan hanya agama Islam, satu ajaran dan satu keimanan tidak berbeda karena Allah nya hanya satu, disinilah terkuaknya dengki kaum Yahudi terhadap bangsa Arab karena pada dasarnya kaum Yahudi adalah pmbangkang2 yg keluar dari agama nenek moyang mereka nabi2 keturunan Ibrahim dari Ishaq hingga Isa…Jika mereka membangkang dari ajaran mereka sendiri dan bangsa mereka sendiri apalagi kalau agama Allah dipindahkan kpd bangsa Arab? Lebih lagi bencinya mereka kpd bangsa Arab, kalau sudah demikian mana mungkin mereka yg menghianati nabinya sendiri (Musa, Isa) ingin menulis hal2 yg baik tentang Muhammad? Malah Yahudi ikut memusuhi Muhammad padahal mereka jualah yg mengingatkan bangsa Arab di Mekkah dahulu akan lahirnya nabi dari bangsa Arab…ketika nabi itu (Muhammad) tiba waktunya, mereka orang pertama yg mengingkarinya/mendustakannya…saya bicara berdasarkan pengetahuan saya yg bersumber dari Al Qur’an kitab yg saya imani yg tidak mungkin ditulis oleh manusia dan tidak satupun dari manusia sepanjang sejarah yg mengaku telah menulisnya karena itu adalah firman Allah…terserah Anda ingin percaya atau tidak…yg jelas sejarah itu ada di dalam Al Qur’an Al Karim…wassalam

      • joker

        anda juga harus baca sejarah yang lebih objektif. bukan “katanya” dari kitab anda, tapi juga kitab agama lain, dan yg paling lengkap, kajian sejarah bible.

  • danoe

    aa’ jimmy: dan anda masih percaya yang diomongkan kitab yang absurd itu? belajar lagi sejarah penulisannya sana. yang paling kocak adalah, soal pemecahan yahudi dan bani israel. itu asli kocak banget. walo bangsa arab keturunan dari ibrahim, tp ibrahim ke atas merupakan sumber kultural bangsa yahudi dan ajarannya. gak pernah ada kata islam (dan ajarannya) sebelum muhammad. get u’r facts right.

  • ya, ketika kau pakai nama Kandjeng Pangeran Karyonagoro (nama di fesbuk), banyak yang terpesona dengan tulisan-tulisanmu,
    tapi kalau yang tahu, namamu sebenarnya “eko wibowo” yang walau aslinya dari solo, tetapi bukan orang kraton, apalagi yang tahu tentang keluargamu.
    hilang semua respek pada kamu.
    untung aku tidak ketipu sama penampilanmu, tetapi aku salut dengan usahamu untuk meyakinkan orang-orang.

  • jen

    Ada apa dgn nama?? Yg penting pemikirannya bung,,,mau gelar namanya Raja,king,dll klo pemikirannya sempiittt mahh buat apaa,,(tdk berguna)???

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>