Top 12 - Sejak Jan 2012

Tolong Klik LIKE

Cara Kirim tulisan

Tulis dulu tulisan anda di Word atau di word processor apa saja, jangan di format, cukup diberi paragrap saja.
Lihat kolom yang dibawah tulisan; LOGIN: User Name: :Tamu dan Password : superkoran - setelah itu anda akan bisa melihat kotak untuk mengisi tulisan. (kotak kanan atas)
Copy tulisan anda dan Paste di kotak tsb dan beri judul dan tekan SAVE. Tambahan: Setiap tulisan hendaknya diberi TITLE dimulai dengan Nama Penulis + judul Tulisannya. Tanpa nama penulis, dengan sendirinya tidak jelas siapa yang menulis dan tulisan tidak bisa diterbitkan. TIAP ORANG HANYA BOLEH MENGIRIM TULISANNYA SENDIRI

Daftar tulisan

Golden Horde: Pengiriman pasukan Indonesia ke Libanon

Pembaca: 1291

Indonesia telah mengumumkan untuk mengirim misi pasukan perdamaiannya sekitar 1000 orang ke Libanon untuk menjalankan mandat resolusi dewan keamanan PBB no.1701 yang diantaranya adalah penarikan pasukan Israel dari wilayah Libanon, pengawasan gencatan senjata serta pelucutan senjata pasukan Hisbullah.



Israel sampai kini menentang akan hadirnya pasukan perdamaian
yang berasal dari negara-negara yang tidak atau belum mempunyai
hubungan diplomatik dengan Israel, sedangkan Indonesia menurut
Menlu Hassan Wirajuda, menolak melucuti pasukan Hisbullah yang
seharusnya merupakan tugas dan bagian daripada mandat resolusi PBB
ini. Untuk pengiriman pasukan ke Libanon ini, Indonesia akan
membiayai sendiri terlebih dahulu untuk dua bulan pertama dan
sumber dananya $ 40 juta ( Rp. 375 miliar) diambil dari APBN,
nantinya dikatakan akan diganti oleh PBB serta pembiayaan
selanjutnya.

Dilaporkan selain Indonesia, Malaysia juga akan mengirim
pasukannya. Kedua negara yang berpenduduk Islam ini sampai
sekarang belum mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel dan
pasukannya direncanakan akan ditempatkan dibawah komando pasukan
Perancis. Para pengamat menilai bahwa gencatan senjata ini sangat
rapuh dan setiap saat dapat terjadi pelanggaran atau konflik lagi.

Sekiranya pasukan Indonesia menolak menjalankan salah satu misi
yang ditugaskan oleh PBB yaitu perlucutan senjata Hisbullah, maka
apakah yang akan dilakukan selanjutnya oleh pihak Indoneisa?
Apakah PBB akan menerima persyaratan yang Indonesia minta?
Bagaimana sekiranya Indonesia dapat mengirim pasukannya ke Libanon
tetapi tetap menolak melucuti senjata pasukan Hisbullah, apakah
ini tanda-tanda akan terjadi perpecahan diantara pasukan
perdamaiannya sendiri yaitu antara pasukan Indonesia dan Malaysia
yang menolak pelucutan dengan pasukan Perancis dan lainnya yang
ingin melucuti pasukan Hisbullah sesuai dengan mandat yang
ditugaskan.

Bagaimana reaksi Israel dengan pasukan perdamaian dari Indonesia dan
Malaysia ini yang menolak perlucutan senjata Hisbullah? apakah
Israel dapat menerimanya? kalau tidak, apakah Israel akan
melakukannya sendiri dengan melanggar gencatan senjata yang akan
memicu peperangan lagi?, seberapa jauh Indonesia dan Malaysia dapat
menjaga perdamaian dan netralitas di Libanon ? apakah pasukan
Indonesia dan Malaysia akhirnya tidak akan terlibat konflik dengan
Israel? Ini semua adalah kemungkinan-kemungkinan atau resiko
yang terburuk yang dapat terjadi.

Beberapa pengamat berpendapat bahwa mandat resolusi PBB ini sukar
direalisasikan, karena masalah perlucutan senjata Hisbullah.
Diberitakan bahwa pasukan Hisbullah sedikit yang gugur selama
peperangan 33 hari itu dan berhasil menggagalkan tujuan operasi
militer Israel untuk menghancurkannya milisi Hisbullah itu. Dengan
demikian maka kekuatan pasukan Hisbullah tetap terpelihara dan
lengkap, apakah dengan kondisi seperti ini Hisbullah mau secara
sukarela menyerahkan senjatanya kepada pasukan perdamaian PBB dan
Libanon seperti yang dituntut dalam resolusi dewan keamanan PBB?
Sekiranya pasukan-pasukan jihad dari beberapa negara Islam
berdatangan ke Libanon untuk membantu Hisbullah melawan Israel,
maka aksi-aksi kekerasan dan radikalisme yang tumbuh
dikhawatirkan akan dapat memicu kekacauan di Libanon lebih lanjut
lagi dan dapat menjerumuskan Libanon kedalam perang saudara.

Situasi Timur Tengah yang tidak stabil ini diperuncing lagi dengan
berakhirnya batas waktu yang diberikan oleh dewan keamanan PBB
kepada Iran yaitu sampai dengan tanggal 31 Agustus 2006 ini,
untuk melaksanakan resolusi 1696. Sekiranya Iran tidak mau
menerima dan melaksanakan resolusi ini sampai pada akhir batas
waktu yang ditetapkan, maka dunia akan menunggu reaksi Amerika
dengan was-was. Solusi atau jalan apalagi yang dapat menghentikan
program nuklirnya Iran? Apakah Amerika akan menyerang instalasi
nuklir Iran? Kelihatannya konflik di Timur Tengah ini masih belum
berakhir dengan adanya gencatan senjata di Libanon.

GH.

Leave a Reply