Sejak Jan 2012

Tolong Klik LIKE

Cara Kirim tulisan

Tulis dulu tulisan anda di Word atau di word processor apa saja, jangan di format, cukup diberi paragrap saja.
Lihat kolom yang dibawah tulisan; LOGIN: User Name: :Tamu dan Password : superkoran - setelah itu anda akan bisa melihat kotak untuk mengisi tulisan. (kotak kanan atas)
Copy tulisan anda dan Paste di kotak tsb dan beri judul dan tekan SAVE. Tambahan: Setiap tulisan hendaknya diberi TITLE dimulai dengan Nama Penulis + judul Tulisannya. Tanpa nama penulis, dengan sendirinya tidak jelas siapa yang menulis dan tulisan tidak bisa diterbitkan. TIAP ORANG HANYA BOLEH MENGIRIM TULISANNYA SENDIRI

Daftar tulisan

Berbagai komentar tentang Mei 98 di Apakabar

Pembaca: 4286

 Salam,
Kalau nanti sudah DAPAT terbongkar siapa pembunuh Munir yang SEBENARNYA, maka kita ada harapan untuk mengetahui siapa DALANG peristiwa bulan Mei 1998. Selama ini tidak terjadi atau terjadi lagi rekayasa maka mustahil kita akan dapat mengetahuinya. Jadi SABAR .SEKALI LAGI sabaaaaaar.-
Wal

(photo: BBC: Soldiers lash out at protesters)

 


saya kira ada dua kejadian penting di bulan mei itu. kerusuhan &
prosesi penyerahan kekuasaan suharto ke si cepot habibi.
soal kerusuhan saya sepakat jangan sampe kejadian lagi. bosen, dari
masa ke masa rusuh terus. apa lagi sampe bakar2an segala….
tapi kalo soal penguasa serakah lengser, saya kira perlu di-
lembagakan. cuman mungkin caranya gak perlu pake rusuh segala. proses
penggusuran gus dur, misalnya contoh penggusuran penguasa serakan
yang sedikit lebih bagus dari cara melengserkan suharto. walopun kita
tahu keserakahan geng-nya gusdur "sebelas-dua belas" (beda2 tipis)
sama suharto & his kroni, tapi nyatanya nuntun si buta supaya keluar
dari istana gak perlu demo segala….
pokoknya ke depan kita harus terus berupaya supaya penguasa lalim,
serakah bisa di pecat, gak perlu nunggu waktu jabatannya abis…

PM

 
Istilah untuk orang yang bisa meramal masa depan tapi tidak bisa berbuat
apapun untuk merubahnya adalah Cassandra Syndrome. Untuk kasus Munir
atau kerusuhan Mei 98, kita perlu menciptakan istilah baru, sebut saja
Indonesian Syndrome, karena meskipun kita semua tahu apa yang terjadi di
masa lalu, kita tidak bisa berbuat apapun untuk mencegah itu terulang
lagi.

Coba lihat Wiranto, sebagai panglima TNI pada saat itu. Jika dia tidak
mendalangi kerusuhan, atau terlalu bodoh sehingga TNI menghilang pada
saat kerusuhan, kedua alasan itu tetap membuat dia harus bertanggung
jawab dan dihukum. Setelah penculikan mahasiswa, kemudian Mei 98,
dilanjutkan peristiwa Timtim, negara ini toh tidak bisa melakukan apa2
thd dia.

Kasus Munir yang cuma jadi sirkus politik sampai sekarang, rasanya juga
tidak akan terungkap secara umum dan masyarakat masih terus akan
disuguhi adegan sirkus lainnya. Kemarin Polygabus naik gajah, sekarang
badut lain main topeng monyet gara2 kasus ini mau masuk agenda PBB.

Cuma jika ada kasus berat seperti di atas benar2 bisa terungkap secara
umum, dan dalang besarnya benar2 dihukum, bukan ala siswa IPDN yang
setelah divonis masih bebas dan bekerja sbg pegawai negri, atau ala
Tommy yang main sulap 15 thn jadi 6 thn, saya akan minta maaf
setulusnya pada rakyat Indonesia karena bikin istilah Indonesian
Syndrome.

 
Saya dengan iklas ndaftar masuk AK karena tidak berbakat sabar.
Karena itu saya gak sabar pengen NEBAK siapa dalang kerusuhan.

Menurut saya, DALANG kerusuhan Mei 98 adalah mereka yang
medadak sontak DIUNTUNGKAN oleh kejadian itu.
Atau yang paling mungkin diuntungkan setelah kejadian Mei 98.

Saya diajari teori motif yang dianut sersan penyidik polisi.
katanya, Kalau ada kejadian yang gelap-gulita, saksi gak ada
atau kesaksian banyak tapi saling kontradiksi….
malah membingungkan persis seperti "kerusuhan Mei 98" ini…

Maka yang HARUS pertama-tama ditangkap, diborgol dan
diinterogasi adalah yang diuntungkan.
Bisa HBB karena sukses jadi presiden
bisa "kaum reformis" yang sukses menggulingkan Tyrant
bisa "kaum demonstran" yang sukses menduduki majelis Rakyat.
bisa "kaum lain-lain" yang sekarang lebih exist.

Tapi melihat HBB yang celingukan sendirian tanpa teman
di depan sidang anggota DPR/MPR terhormat yang jumawa dan
mencemooh dengan SUKACITA dan tertawa-tawa….
Maka HBB ternyata tidak untung, tapi hanya dijadikan presiden
sekedar untuk bahan olok-olok PEMUAS dahaga sang dalang.

Kaum tersangka lain-nya masih belum terbukti tidak untung.
"rakyat" jelas bukan dalang, karena sampai saat ini
tetap saja tidak sedetikpun diuntungkan….
Kecuali kalau "rakyat" sekarang hidup lebih sejahtera.
maka menurut teori pak Sersan, rakyat-lah dalangnya.

Atau ada teori TEBAKAN lain yang lebih valid ?.

salam,
DjayaWikarta

 
 
Wah, ternyata ramai juga tanggapannya. Paling membuka wawasan adalah tanggapan
Samosir Sir. Ada yang mengkaitkan dengan kasus Munir (Wal dan GH). Ada juga
teori “Siapa yang DIUNTUNGKAN?” (Djayawikarta), lengser kesampingnya GG dll.
(Teorinya Matkoplo “Tau ah gelap” sementara ga kepakai, karena kita berhak
menebak, meskipun kenyataan yang sesungguhnya mungkin tidak akan pernah
terungkap.)

Aku coba reka2. Tetap pada 4+ tokoh kunci. Soe yang memegang grand strategi
kerusuhan untuk mengetahui siapa ‘musuh’ dan siapa yang ‘setia’. Suasana waktu
itu yang sedang dalam krisis moneter, seharusnya juga ikut dalam salah satu
masalah yang akan diselesaikan dengan peristiwa mei98 ini.

Pertanyaannya, apa yang menyebabkan kegagalan Soe? Apakah ada yang berkhianat?
Kalau menurut teori Djayawikarta, kemungkinan HBB yang jadi brutus? Sebab dia
yang akhirnya jadi Presiden. Konon salah satu kegagalan Soe, karena menteri2 di
kabinetnya sudah tidak mendukungnya dan rame2 mau mundur, dan ini atas prakarsa
HBB. Salah satu yang mendukung Hbb adalah Wiranto. Apakah Wiranto juga ikut jadi
brutus?

Namun, kalau dilihat hasilnya kini, kenaikan Hbb justru strategi Soe, supaya dia
bisa lengser ke samping (GG). Kontrol tetap ada di dalam genggaman tangannya.

Sepertinya hanya satu2nya dalam sejarah dunia, seorang presiden yang dijatuhkan
bisa tenang2 tetap berada di dalam negeri.

Pbw, apapun motifnya, jelas dia gagal dalam mei98 ini. Akhirnya dia jadi korban,
ikut dilengserkan.

Salah satu peristiwa penting pada tanggal 19/20 Mei adalah dibiarkannya
mahasiswa masuk ke MPR/DPR, konon malah diangkut truk tentara. Siapa yang
mendukung? (Aku sih sampai sekarang ga percaya, mahasiswa begitu hebat bisa
masuk ke MPR/DPR atas usaha sendiri. Mahasiswa itu cuman instrumen saja.)

Jadi apa yang menyebabkan kegagalan Soe? Atau mungkin Soe tidak gagal?

Wiro

 
peristiwa mei itu kan kerusuhan terorganisir, dan bukan karena dan
diawali demo…
memang sehari sebelum nya ada demo dan bentrok di trisakti.
cuma besok nya, kerusuhannya tsb kan tidak diawali demo.

peristiwa semanggi I 98 dan semanggi II 99,
itu 2 peristiwa demo besar dan berakhir bentrok di depan atmajaya.
tapi sama sekali gak ada kerusuhan, gak ada bakar2an kok, gak ada 1
kaca gedung pun yg pecah! dll
dan ini membuktikan bahwa demo bukan biang penyebab kerusuhan.

isu "kerusuhan" seperti ini selalu muncul setiap ada rencana demo
besar thd pemerintah..

jadi menurut gue sih,
emang pinternya pemerintah dan aparat/intel aja
memanfaatkan/memelihara trauma masyarakat untuk membuat kesan jelek
untuk demo terhadap pemerintah.

tujuannya apa? ya mungkin untuk meredam dukungan masyarakat terhadap demo tsb

padahal gak pernah ada kok demo yg berakhir kerusuhan..
yg pernah ada itu emang kerusuhan2 yg 'terorganisir' dan bukan karena demo..
kalo demo sih mentok2 paling bentrok/tawuran sama polisi nya, dan gak
terjadi kerusuhan kok..

:))

 
chaosrules
 
Jika teori konspirasi faktor 'Wiranto' itu ada, demo
besar2an tgl 1 Oktober ini bisa jadi pemicu kerusuhan
ala Mei '98. Dengan semakin kokohnya pasukan FPI
bikinan beliau, dan terbukti semakin loyonya POLRI
serta semakin semerawutnya sistem hukum, tinggal kirim
satu penembak gelap, tembak demonstran, mobilisasi
para perusuh untuk menyerang sasaran empuk seperti
toko2, perumahan2 cina, ditambah dengan isu2 gereja2
yang sudah hangat, tampaknya sekam sudah siap untuk
disulut.

Sejarah tidak mengajari apa2 buat bangsa kita, setelah
50 thn lalu tragedi G30S yang masih jadi misteri,
berapa jumlah koban pembataian masal setelah peristiwa
ini? 1 Juta? 2 Juta? 10 Juta? Siapa dalang sebenarnya.
PKI? Soeharto? CIA?
Tidak perlu jauh2, peristiwa Mei '98 pun yang terjadi
setelah negara ini jadi lebih 'demokratis' pun tidak
ada yang bisa/berani mengungkap. Kasus Munir yang
sedemikian nyata juga masih tidak terungkap.

Kejahatan yang tidak pernah terungkap cuma membuat
rasa pede pelakunya untuk berbuat hal yang sama atau
lebih jahat. Tapi mungkin saja, dan mudah2an saja
teori konspirasi itu salah, dan bangsa Indonesia itu
benar cinta damai, agamis, pancasilais.

 
Sheltie
 
Sabtu lalu saya baru kembali dari Jakarta, setelah berangkat mendadak untuk menghadiri pemakaman alm. ibunda tersayang bulan lalu.
 
Sebulan di Jakarta, setelah tidak pernah pulang kampung sejak dua setengah tahun lalu, rasaya saya menyaksikan terlalu banyak kemajuan (kemunduran ?) hidup. Mungkin perasaan ini tidak sama bagi orang yang tinggal di Indonesia atau yang sering pulang kampung dari LN.
Selain jarak Jakarta – Bandung sekarang bisa ditempuh dalam 1,5 jam via jalan tol Cipularang, membuat Bandung semakin menjadi limpahan orang Jakarta sementara jalur Puncak – Cipanas jadi sepi, kesemerawutan pengguna jalan bebas hambatan yang menganggap jalur darurat ialah jalur cepat untuk menyalip tetap tidak pernah berubah.
 
Yang lebih mengesankan, dan lebih menyeramkan, ialah gaya hidup orang Jakarta, yang semakin hedonis dipaksakan, seperti OKB dalam film Small Time Crook (Woody Allen), dengan rumah2 gedung yang maunya bergaya Romawi / Yunani, lengkap dengan miniatur patung2 legioner romawi dan dewa yunani buatan tukang2 pinggir jalan. Saya yakin penghuni rumah tsb tidak tahu patung2 itu menggambarkan siapa dan apa sejarahnya. Perumahan2 sub-urban dengan nama2 asing, lengkap dengan pos satpam yang meminta pengunjung menitipkan KTP, sekolah2 LN dengan biaya lebih dari $5000 US/thn, mobil2 Jaguar, Porche, Lamborghini, cafe2 dan mal2 dengan barang2 import mewah untuk ukuran negara kaya sekalipun. Makan di cafe atau restoran Padang sekalipun bisa mencapai Rp 50000 per orang ($10 US), sudah sama dengan makan siang di restaurant/cafetaria kelas menengah di US/Canada/Hongkong/Singapore. Klab2 malam/judi tertutup di perumahan2 mewah dengan penari striptease, atau yang pura2 mengadakan "pameran busana".
 
Rasanya Jakarta sekarang sudah menjadi sekelas Hongkong atau Singapore tanpa pos imigrasi dan tata kota/pajak/keamanan, atau lebih mirip dengan ShenZhen. Gaji PRT masih cuma sekitar Rp 300 rb / bulan, suma sedikit lebih baik dari para pengemis, pemulung, pedagang asongan, atau pak ogah, yang mengutip Rp 100-500 untuk menghentikan arus lalu lintas ketika mobil sedan kami mau memasuki jalan raya yang ramai dan penuh dengan pengendara yang tidak pernah mau memberikan jalan. Tidak terlalu heran jika para kaum tersisih itu dengan mudah dapat di-iming2i untuk memakai jubah putih dan melakukan sweeping.
 
Menyeramkan, karena sepertinya sejarah tidak mengajarkan apa2 bagi orang2 Jakarta, seperti keledai yang terus menerus masuk ke parit yang sama. Setelah peristiwa Mei '98 peristiwa malari, meski penuh dengan versi2 dan intrik2, bukannya salah satu penyebab utama kejadian tsb ialah ketimpangan sosial yang sangat tinggi? Bedanya sekarang, semakin terlihat yang hobi berfoya2 itu ternyata bukan cuma segolongan ras tertentu.
 
Mungkin nanti jika suatu saat nanti saya berkunjung lagi ke Jakarta, Jakarta sudah jatuh miskin karena daerah2 yang berpotensi sudah menjadi bagian negara federal, dan uang2 hasil korupsi tsb sudah dilarikan kembali ke Singapore, atau jangan2 negara RI sudah tidak ada lagi …
 
Sheltie
 
Siti,

Ada saksi hidup yang berani tampil mengungkapkan kebenarannya dan sampai
saat ini beliaw masih berani berbicara lantang perihal perkosaan itu
karena beliaw adalah Korban yang dikorbankannya namanya adalah Ibu
Sumarsih, Beliaw adalah Ibunya Wawan, Wawan sendiri dibunuh karena dia di
ketahui sedang mendampingi korban perkosaan Ita, yang anda sebutkan mau
bersaksi. Sampai hari ini beliaw masih bolak balik ke Komnas HAM dan
Kejaksaan Agung untuk meminta keadilan bagi korban Mei Wawan dan korban
lainnya, tetapi sayang di Kejaksaan Agung Beliaw tidak pernah diterima
oleh Jaksa Agung dan cenderung dipimpong. Bila mau lebih jelas perihal
ini lebih mendalam lagi beliaw bisa dijumpai di kantor Kontras, tetapi
saran saya sebaiknya buat janji dulu dgn Bung Usman Hamid Pemimpin kontras
yang konsisten dan membela korban tanpa membedakan Ras dan warna kulit.
Masih banyak martir martir yang mau berbicara hanya sayangnya mereka
berada dibawa ancaman oleh para dalang kerusuhan yang sampai saat ini
masih gentayangan dan sering sering membuat kerusuhan rasial didaerah
daerah yang rawan konflik, jadi saran saya berhati hatilah dalam
bertindak. krn tindakan anda berada dibawah intaian para intel. Romo SAndy
juga sekarang sedang stress dan setelah kembali dari Kalimantan entah
beliaw itu ada dimana krn segala tindakan beliaw masih berada dibawah
pengintaian para intel dan dalang pembuat kerusuhan Mei yang masih bebas
keliaran di Bumi Nusantara ini. Kalau anda mau bergabung dgn keluarga para
korban, ada paguyuban yang dibangun di daerah klender disana ada kegiatan
sosial, spt pengajian, sekolah bagi anak anak kurang mampu dan
pendampingna bagi keluarga korban yang masih trauma krn kehilangan anak
anak yang sengaja di provokasi masuk ke Mall( Jogja/Klender) dan kemudian
pintunya ditutup seterusnya dibakar. tetapi saat para keluarga korban
menuntut ke Pemerintah/TNI atas korban bakaran anak anak dan keluarga
mereka, respon nya sangat menyakitkan dgn mengatakan kata kata yang tidak
pantas selaku penyelengara pemerintah " salah sendiri kenapa menjadi
penjarah" suatu jawaban yang menyakitkan. Bila anda tersentuh dan terbeban
saya sarankan hubungi kontras dan gabung dgn Ibu Sumarsih dan kawan kawan
dan gabung dgn gerakan sosial mereka di kelender.

Salam
Marcos

> Bukti bahwa tragedi perkosaan terjadi pada Mei 98 adalah anak teman saya di
> AS yang adiknya diperkosa, tapi langsung dilarikan di Singapre dan tidak
ernah kembali ke Indonesia. Mereka yang diperkosa tidak pernah berani
menceritakan pengalaman mereka.
>
> Satu-satunya yang siap membukakan semuanya yaitu Ita. Masih Ingat? Ita yang
> bersiap berangkat ke PBB untuk menceritakan perkosaan terhadap perempuan
Chinese, terpaksa harus dibunuh.
>
> Siapa yang berani jadi saksi, hayoh?
> siti

 
 
 

2 comments to Berbagai komentar tentang Mei 98 di Apakabar

  • Anonymous

    saya berharap semua ekstrim islam menderita seumur hidup terkena penyakit mematikan hidup segan matipun tak mau, para anjing muslim munafik bangsat,

  • Moh Rifky Setiawan

    Etnis Tionghoa pada awalnya adalah pendatang dari luar negeri,dari negara China,pada saat generasi pertama mereka datang ke Indonesia.Pada saat itu China adalah sebuah negara yg sangatlah miskin&sengsara,jauh lebih miskin dari Indonesia.Sebuah negara komunis yg sangat tertutup terhadap dunia luar,sangat sedikit mendapatkan pengaruh dari negara lain,negara tanpa agama ( seperti Korea Utara saat ini).Pada saat itu pemerintah China sangatlah kejam terhadap rakyatnya,menyuruh seluruh rakyatnya untuk bekerja keras,kemudian harus menyetorkan seluruh hasil kerjanya kepada pemerintah.Oleh sebab itu kemudian penduduk China menyebar ke seluruh dunia,termasuk ke Indonesia.Setelah sampai di tanah yg baru&mendapatkan kesempatan mencari nafkah di tanah yg baru,seharusnya etnis Tionghoa bisa bergaul&membaur dgn penduduk lokal,saling bantu-membantu dgn penduduk lokal,& tidak bersikap diskriminasi terhadap penduduk lokal.Tetapi pada kenyataannya,mayoritas etnis Tionghoa tidak bisa bergaul&membaur dgn masyarakat pribumi,mengeksklusifkan diri,menganggap derajat mereka paling tinggi dibandingkan ras lain,sehingga mereka bersikap diskriminasi secara semena-mena terhadap warga pribumi.Situasi ini telah berjalan ratusan tahun dan siap meledak sewaktu-waktu seperti bom waktu. Dan puncaknya adalah kejadian Mei 1998.Setiap kejadian pasti ada hikmah positif yg bisa diambil,yg bisa membuat kita berintrospeksi diri, supaya kejadian Mei 1998 tidak akan pernah terulang lagi dimasa yg akan datang. Pembauran itu indah,karena bisa membuat bangsa&negara tercinta kita tambah maju.Sudah saatnyalah semua ras yg hidup di bumi pertiwi ini bersatu,dan bersama2 membangun bangsa ini supaya bangsa kita lebih disegani oleh negara2 lain dimasa yg akan datang. Bravo Indonesia !!!

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>