Sejak Jan 2012

Tolong Klik LIKE

Cara Kirim tulisan

Tulis dulu tulisan anda di Word atau di word processor apa saja, jangan di format, cukup diberi paragrap saja.
Lihat kolom paling atas; LOGIN: dengan User Name: Tamu dan Password superkoran - setelah itu anda akan bisa melihat kotak untuk mengisi tulisan. (kotak kanan atas)
Copy tulisan anda dan Paste di kotak tsb dan beri judul dan tekan SAVE. Tambahan: Setiap tulisan hendaknya diberi TITLE dimulai dengan Nama Penulis + judul Tulisannya. Tanpa nama penulis, dengan sendirinya tidak jelas siapa yang menulis dan tulisan tidak bisa diterbitkan. TIAP ORANG HANYA BOLEH MENGIRIM TULISANNYA SENDIRI

Daftar tulisan

Mei 98 – Melawan Lupa

Pembaca: 2728

riots

3 The Jakarta riots 13 May 1998

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bela Kusumah: Jangan Lupakan Peristiwa Berdarah Mei 98

Saya melihat tumpukkan mayat yang mati terbakar di sebuah toko serba ada dan saya sempat menolong seorang perempuan korban pemerkosaan “ Demikian pengakuan seorang ibu yang saya wawancarai di sebuah kantor NGO di Jakarta bulan Juni tahun 1998. Seorang juru kamera dari reporter TV Eropah menyorot “close up” wajah wanita yang matanya basah sambil memotong pertanyaan yang saya ajukan

m98-3

Skenario, Modus Operandi, dan Kronologis Kerusuhan Mei 1998″

Rasa-rasanya hidup di negeri ini sudah tidak aman lagi. Nyawa kita bisa saja suatu saat hilang sebagai tumbal dari kepentingan politik dari orang-orang tertentu. Ini karena negara tidak memberikan jaminan hak hidup kepada warganya.

 

 

 

 

 

m98-18

Wiro: Siapa dalang Peristiwa Mei 98? Bagian I

“Ada kontradiksi kalau mengingat peristiwa Mei 98. Satu sisi kejadian traumatis itu maunya dilupakan saja. Terlalu gelap. Sisi lain, peristiwa itu harus selalu digaungkan, supaya bangsa ini, -yang terkenal mudah lupa, diingatkan terus dan juga supaya kelak tidak terulang lagi kejadian yang sama”

HH Samosir: Siapa dalang Peristiwa Mei 98? Bagian II

“Mundur beberapa selang kebelakang ada istilah “Ruwat nasional” yang dicanangkan Cendana merupakan indikasi, hanya saja Soe tidak tahu secara jelas siapa dan kelompok mana yang mengeluarkan jurus duluan. Karena saat itu masing masing mengeluarkan jurus “sambil tertawa menancapkan pisau” ala Ji Lay Hud (Buddha muka tertawa).”

Ernest JK Wen: Kenangan Mei 98 – Melawan Lupa

14-05-1998, Kamis (malam). Malam itu sungguh mencekam. Penjarahan memang belum sampai di Tomang Utara, tetapi di mana-mana asap hitam membubung menambah kotor langit Jakarta. Menurut berita dari radio dan satu-satunya stasiun TV yang menyiarkan langsung, daerah Daan Mogot sudah dijarah dan di bumi hanguskan masa.
Kami berusaha tidur dan belum terlalu khawatir, sebab kerusuhan yang berujung penjarahan sudah pernah terjadi sebelumnya. Barangkali kali ini juga akan dapat dipadamkan aparat keamanan? Yang tidak kami ketahui adalah bahwa kali ini tidak ada yang namanya aparat keamanan yang seharusnya menjaga keamanan warga.

Laksmi: May 98 Flash Back, a Personal Note

“Yes, they’re burning the buildings on the main roads, but they are not coming in here. We are in the safest neighborhood. Almost all of us are inlanders, dark brown-skin people. We only have few Chinese here.”

m98-5

G Suryana: Mei 98 & Penyelesaian Hukumnya

Didalam berjalannya sejarah Indonesia, bisa dibilang kerusuhan menjadi hal yang lumrah, baik di era penjajahan Belanda, Jepang maupun sesudah merdeka, dan kerusuhan sepertinya hanya menjadi sebuah tragedi yang tidak perlu di usut sebab dan solusinya.

Singo: Tragedi Memilukan 13-15 MEI ’98.

Pembiaran yang dilakukan penguasa saat mereka menjadi KORBAN penjarahan yang terorganisir,sangat MENYAKITKAN sanubari mereka,pembiaran ini menyadarkannya bahwa etnis Tionghoa TIDAK DIANGGAP SEBAGAI BANGSA INDONESIA,padahal sejak kecil mereka dijejalin doktrin2 agar MENCINTAI tanah tumpah darahnya Indonesia.

m98-7

Soe Tjen Marching: Tragedi Mei & Tak Perlunya Rasa Maaf

Bangsa ini terlalu malas untuk memikirkan apakah bangsa ini akan lebih sakit nantinya. Mereka lebih memilih jalan pintas yang gampang. Bahkan bila seorang pejabat tinggi telah terbukti berbuat kriminal, seringkali yang dituntut dari rakyat adalah permintaan maaf. Bukankah ini pula yang terjadi pada Suharto, yang bertanggung jawab atas pembunuhan masal, mutilasi dan penculikan jutaan rakyat tak berdosa? Para pejabat beramai-ramai menyarankan agar rakyat memaafkan “beliau”? Juga Amien Rais sempat mendorong rakyat untuk memaafkan Suharto.

m98-11

Berbagai komentar tentang Mei 98 di Apakabar

saya kira ada dua kejadian penting di bulan mei itu. kerusuhan & prosesi penyerahan kekuasaan suharto ke si cepot habibi. soal kerusuhan saya sepakat jangan sampe kejadian lagi. bosen, dari masa ke masa rusuh terus. apa lagi sampe bakar2an segala…. tapi kalo soal penguasa serakah lengser, saya kira perlu di-lembagakan. cuman mungkin caranya gak perlu pake rusuh segala. proses penggusuran gus dur, misalnya contoh penggusuran penguasa serakan yang sedikit lebih bagus dari cara melengserkan suharto. walopun kita
tahu keserakahan geng-nya gusdur “sebelas-dua belas” (beda2 tipis) sama suharto & his kroni, tapi nyatanya nuntun si buta supaya keluar dari istana gak perlu demo segala….

Louisa Tuhatu: Gerakan mahasiswa 1998 vs 2008

Hal ini sangat jauh berbeda dengan kondisi di tahun 1998. Saat itu gerakan mahasiswa terasa lebih inklusif. Dari kantor saya di kawasan Kemang saya rela bergabung dengan mereka di Sudirman dan Senayan. Masyarakat dengan sukacita membawakan makanan dan obat-obatan untuk mahasisa di berbagai kampus. Mahasiswa tidak bergerak sendiri dan membiarkan masyarakat menjadi penonton. Mahasiswa bergerak bersama masyarakat.

m98-13

May 98 – Report of the Special Rapporteur on violence against women,

None of the victims with whom the Special Rapporteur spoke had reported their cases to the police. The reasons for this were manifold. Firstly, they had received death threats and anonymous letters warning them not to report the cases. Secondly, they had no confidence in the criminal justice system and were convinced that the police would not do anything to bring the miscreants to trial. Finally, they were afraid that the publicity would result in their being ostracized in their community, where rape carries with it a stigma that is hard to erase. The lack of confidence of the victims in the criminal justice system strikes at the heart of the integrity of the institutions that defend the rule of law. It is important that these institutions regain the confidence of this important element of Indonesian society.

m98-17

Jojo Rahardjo: Pusi Esai Denny JA

Waktu itu usianya dua puluh dua
Terpaksa kabur dari Indonesia, negeri kelahirannya
Setelah diperkosa segerombolan orang
Tahun 1998, dalam sebuah huru-hara

Wiro: Karikatur Mei 98

MJ: puisi Mei

di suatu mall di tengah kota
rakyat tak bersalah diajar durhaka
diajak menjarah menguras harta
tetapi mereka hanyalah dianggap sepotong benda
yang akan dipanggang sebagai tumbal bagi penguasa

tragedimei-98